LPKTPA: Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Disebabkan Emosi dan Manurunnya Pemahaman Agama

LPKTPA Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Disebabkan Emosi dan Manurunnya Pemahaman Agama Ketua LPKTPA unit Rumah Perlindungan Sosial Anak Kota Pariaman, Fatmiyeti Khahar

Covesia.com - Ketua Lembaga Perlindungan Korban Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (LPKTPA) unit Rumah Perlindungan Sosial Anak Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Fatmiyeti Khahar mengungkapkan, kekerasan terhadap perempuan dan anak di kota tersebut, disebabkan karena kontrol emosi dan pemahaman agama warga yang mulai menipis.

"Kalau kekerasan terhadap perempuan dan anak disebabkan faktor ekonomi, itu sudah nomor sekiannya," sebut Fatmiyeti pada Kamis (31/12/2020).

Lanjut Fatmiyeti, sebab yang menjadi penyebab jelasnya itu karena kontrol emosi dan agama yang menipis di tengah masyarakat. 

"Makanya itu sosialisasi peningkat kesadaran warga perlu dilakukan guna menekan terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak," katanya. 

Dikatakan Fatmiyeti, bahkan sosialisasi itu tidak saja dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman melalui dinas terkait,  namun juga oleh pemerintah desa.

"Karena dengan begitu pesan yang disampaikan akan lebih cepat sampai dan difahami oleh masyarakat," ucapnya. 

Fatmiyeti menyebutkan, untuk di Kota Pariaman kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tahun ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

"Sepanjang tahun ini ada delapan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, padahal tahun sebelumnya diperiode yang sama mencapai 18 kasus," ungkapnya.

Fatmiyeti mengatakan, penurunan tersebut karena Pemkot Pariaman rutin melaksanakan sosialisasi, bahkan tingkat desa pun ikut melakukan sosialisasi. 

(pri)

Berita Terkait

Baca Juga