Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Pariaman Alami Penurunan

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Pariaman Alami Penurunan ilustrasi

Covesia.com - Rutin melakukan sosialisasi hingga ke desa-desa, sehingga kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), pada 2020 mengalami penurunan. 

"Tercatat sepanjang tahun ini ada delapan kasus, padahal tahun sebelumnya diperiode yang sama mencapai 18 kasus," sebut Ketua Lembaga Perlindungan Korban Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (LPKTPA) unit Rumah Perlindungan Sosial Anak Kota Pariaman, Fatmiyeti Khahar pada Senin (28/12/2020).

Lanjut Fatmiyeti, menurutnya penurunan kasus itu karena sosialisasi terhadap kasus tersebut tidak saja dilakukan oleh Pemkot Pariaman melalui dinas terkait, namun juga pemerintah desa.

Fatmiyeti mengatakan, menurutnya kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Pariaman, disebabkan karena kontrol emosi dan pemahaman agama warga yang mulai menipis.

"Makanya peningkatan kesadaran warga melalui sosialisasi diperlukan guna menekan terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Pariaman," jelasnya. 

Sementara itu, Walikota Pariaman, Genius Umar menyebutkan, kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan suatu pelanggaran, dan yang harus dituntaskan. 

"Kami dari pemerintah rutin melakukan sosialiasi sehingga kasus tersebut bisa hilang minimal berkurang," katanya. 

Dikatakan Genius, ternyata hal tersebut efektif untuk menyadarkan orang tua atau orang dewasa agar tidak melakukan kekerasan terhadap anak dan perempuan.

(pri)


Berita Terkait

Baca Juga