Pulihkan Ekonomi Masa Pandemi, Pemnag Kamang Mudiak Agam Dorong Terbentuknya Kelompok Tani Millenial

Pulihkan Ekonomi Masa Pandemi Pemnag Kamang Mudiak Agam Dorong Terbentuknya Kelompok Tani Millenial Walinagari Kamang Mudiak, Edison (Foto: Johanes)

Covesia.com - Pulihkan kondisi pada masa pandemi, Covid-19, Pemerintah Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dorong masyarakat maksimalkan mengolah lahan.

Walinagari Kamang Mudiak, Edison mengatakan, hal tersebut sesuai dengan program Agam menyemai yang dicanangkan oleh Pemda Agam berupa pengolahan tanah perkarangan dengan sayur mayur, dan mengaktifkan kembali kolam ikan.

"Pada masa pandemi aktifitas perekonomian terganggu, yang bisa dimanfaatkan untuk bertahan hidup adalah memaksimalkan pengolahan lahan perkarangan, baik untuk tanamam sayur, rempah-rempah dan kolam ikan," ujarnya saat berbincang-bincang dengan Covesia.com, Jumat (4/12/2020).

Selain itu, pemerintah nagari juga mendorong masyarakat untuk menghidupkan kembali lahan tidur serta memaksimalkan kebun dengan tanamam usia tua. "Untuk upaya pertama kita adalah menyalurkan bibit berupa Jengkol, petai, durian, kopi dan tanamam produktif lainnya," ulasnya.

Saat ini lanjut Edison, di nagari Kamang Mudiak sendiri sudah terbentuk kelompok tani millenial yang beranggotakan puluhan pemuda dari berbagai jorong. Setiap pemuda memiliki lahan yang akan diolah serta lahan milik kelompok.

"Kelompok tani millenial ini inisiatif pemuda yang pulang dari rantau akibat pandemi serta pemuda yang menetap di nagari dengan berbagai profesi," imbuhnya.

Setiap kelompok tani millenial akan diberikan bibit tanaman produktif, sesuai dengan jenis lahan, dan kedepannya akan berupaya memberikan pembinaan.

Menurut Walinagari Kamang Mudiak, merantau bukanlah pilihan tepat untuk merubah nasib, hal itu melihat dampak yang disebabkan oleh pandemi serta semakin sulitannya mencari lowongan pekerjaan di kota besar. 

Peluang usaha yang paling menjanjikan saat ini adalah memaksimalkan pengolahan SDA yang ada baik sawah, ladang dan kebun.

Sebenarnya yang dibutuhkan untuk membuka usaha adalah ketekunan, tutur Edison,  selama ini mengolah lahan dianggap sebelah mata oleh generasi muda namun jika di kerjakan dengan sungguh-sungguh hasilnya akan menjanjikan.

"Tekhniknya sangat mudah, jam kerja di perusahaan satu harinya 8 jam, baik di PT, BUMN baik di Institusi pemerintahan, nah, jam kerja yang 8 jam perhari ini kita terapkan dalam mengolah lahan, mungkin hasilnya malah melebihi gaji yang kita terima biasanya," tutupnya.

(jhn)


Berita Terkait

Baca Juga