Nurani Perempuan WCC: Hingga November Ini, 80 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Dilaporkan

Nurani Perempuan WCC Hingga November Ini 80 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Dilaporkan Ilustrasi (dok. nurani perempuan wcc)

Covesia.com - Kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga sekarang masih terus terjadi. Berdasarkan Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan tahun 2019 Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia sebesar 406.178 kasus jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 348.466 kasus. 

Sementara data yang dicatat oleh Nurani Perempuan WCC, kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Sumatera Barat pada tahun 2017 ada 132 kasus, tahun 2018  154 kasus, tahun 2019 sebanyak 105 kasus. 

"Di 2020 hingga November awal telah terjadi sebanyak 80 kasus yang dilaporkan ke Nurani Perempuan WCC. Kasus yang paling banyak dilaporkan adalah KDRT dan kekerasan seksual," ungkap Rahmi Meri Yenti, Rabu (25/11/2020).

Dikatakan Meri, Nurani Perempuan menemukan tantangan dalam melakukan penanganan dan pemulihan korban. Terutama ketika korban memerlukan penanganan medis dan psikologis, sedangkan korban tidak memiliki jaminan kesehatan.

Kondisi pandemi Covid-19 kata Meri juga memberikan dampak bagi layanan pemulihan korban, karena ketika korban mengakses pemulihan menggunakan Jaminan Kesehatan/ BPJS maka pemulihan akan tertunda karena Rumah Sakit membatasi pengunjung.

"Jika pemulihan dilakukan secara mendiri maka biaya cukup mahal dan korban tidak mampu," imbuhnya.

Di masa pandemi ini, salah satu korban dampingan Nurani Perempuan yang mengalami perkosaan dan tertular Penyakit Menular Seksual tertunda pemulihannya karena pandemi Covid-19. Begitu juga dengan layanan psikologisnya. 

"Kekerasan seksual sangat mengancam keberlangsungan hidup korban, ketika korban tidak mendapatkan penanganan dan pemulihan yang komprehensif maka korban sangat rentan mengalami tindakan kekerasan seksual kembali," tukasnya.

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga