Advertorial Sumatera Barat

PKM Dosen UNP - Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Inggris di Limapuluh Kota Lewat ''Camtasia''

PKM Dosen UNP  Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Inggris di Limapuluh Kota Lewat Camtasia Sumber: istimewa

Covesia.com - Masa Pandemi COVID-19 adalah masa di mana terjadinya perubahan pola hidup secara drastis. Kenyataan ini telah menyasar di segala lini, hingga ke pola pembelajaran antara guru dan siswa. 

Pandemi COVID-19 membuat sekolah bukan lagi menjadi satu-satunya tempat belajar, bertemunya guru dan siswa. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan meniadakan proses belajar tatap muka terutama di daerah yang dikategorikan dalam zona merah. Tentu saja, pembelajaran secara daring adalah solusi terkini, karena pendidikan tetap harus berlanjut. 

Kondisi ini pula yang membuat guru-guru harus menyediakan media pembelajaran digital, yang sebelumnya hanya menggunakan media konvensional, terbatas hanya sebatas buku teks dan LKS.

Dosen Universitas Negeri Padang (UNP), Fakultas Teknik, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, yang tergabung dalam tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang terdiri atas Yeka Hendriyani, S.Kom., M.Kom (ketua), Hastria Effendi, M.Farm., Apt. (anggota), Dr. Hansi Effendi, ST., M.Kom (narasumber), dan Budiman, S.Pd (narasumber) menemukan sejumlah kendala yang terjadi pada guru-guru Bahasa Inggris di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. 

Ketua tim PKM, Yeka Hendriyani, S.Kom., M.Kom mengatakan, selain persoalan di atas, masih ada beberapa kendala lainnya yang dihadapi para guru Bahasa Inggris di Kabupaten itu.

Menurut Yeka, kosa kata dalam bahasa inggris tentu sangat banyak. Selama ini, guru biasanya memberikan tugas untuk menghafal kosa kata tersebut dengan menggunakan media berupa kertas karton yang berisi gambar dan nama dalam Bahasa Inggris. 

"Kendala lainnya, rasa percaya diri siswa yang rendah dalam mempraktikkan Bahasa Inggris dan menjadi bahan olok-olokan bagi yang mempraktikkannya dalam komunikasi sehari-hari," sebutnya. 

Selanjutnya, kata Yeka, dari aspek guru, berdasarkan wawancara dengan salah seorang guru, hal yang dihadapi adalah rendahnya kemampuan terkait informasi teknologi, kompetensi yang terbatas, dan kemampuan menggunakan bahan ajar belum maksimal. 

"Saat ini, pengetahuan dan keterampilan guru-guru MGMP Bahasa Inggis di Limapuluh Kota masih terbatas dalam mengembangkan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia. Hal tersebut dikarenakan rendahnya kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang menarik, interaktif dan inovatif," ulasnya. 

Padahal, lanjut Yeka, proses pembelajaran yang baik, haruslah memuat aspek interaktif, menyenangkan, menantang, memotivasi dan memberikan ruang yang lebih bagi siswa untuk dapat mengembangkan kreativitas dan kemandirian, sesuai dengan bakat dan minat siswa. 


"Untuk itu, solusi yang ditawarkan adalah dengan mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru MGMP Bahasa Inggris di Limapuluh Kota dalam pembuatan media pembelajaran berupa video pembelajaran menggunakan 'Software Camtasia'." kata dia.

Dia menjelaskan, Camtasia adalah sebuah software dari perusahaan Techsmith Coorporation. Aplikasi ini digunakan untuk merekam aktivitas pada dekstop komputer sesuai dengan keinginan pemakai, seperti membuat video tutorial dan presentasi langsung melalui screencast, atau melalui plug-in rekaman langsung ke Microsoft PowerPoint, sehingga guru bisa membuat media pembelajaran yang kreatif dan inovatif.


Yeka menyebutkan, kegiatan pelatihan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi "zoom cloud meeting" selama 3 hari (3–5 November 2020). Kemudian, dilanjutkan dengan tugas terbimbing untuk menyelesaikan produk berupa video pembelajaran menggunakan Software Camtasia.

Sedangkan masa pelaksanaan dimulai pada 3 November dan berakhir pada 20 November 2020.

"Mitra yang terlibat adalah guru-guru Bahasa Inggris yang berasal dari 11 SMP yang tergabung di MGMP Bahasa Inggris di Kabupaten Limapuluh Kota," pungkasnya.

Kegiatan pengabdian ini dinilai sangat membantu para guru, khususnya guru Bahasa Inggris di daerah itu, untuk mempersiapkan materi belajar dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), terutama dalam pembuatan video pembelajaran yang bermuara kepada representasi guru dalam kelas. 

"Para guru yang tergabung dalam MGMP Bahasa Inggris SMP di Kabupaten Limapuluh Kota, berharap kegiatan peningkatan kompetensi ini dilaksanakan rutin dan frekuensinya juga ditambah agar tepat sasaran," ungkap Afdhal, S.Pd, UPTD SMPN 4 Kecamatan Payakumbuh.  

Berita Terkait

Baca Juga