Genius Umar dan Mulyadi Panas Debat Soal IT dan UMKM

Genius Umar dan Mulyadi Panas Debat Soal IT dan UMKM Screenshot Live Streeming Youtube TVRI Sumbar.

Covesia.com - Debat Pasangan Calon Gubernur Sumatera Barat yang diselenggarakan oleh KPU, Senin (23/11/2020) berlangsung panas. Antara calon Gubernur no urut 1, Mulyadi dan calon Wakil Gubernur No urut 3, Genius Umar saling sindir dan unjuk gigi. Bahkan keduanya terlibat saling menyanggah pernyataan masing-masing.

Awalnya, Moderator Imam Priyono memberikan pertanyaan kepada Paslon No 3, Fakhrizal - Genius Umar soal memajukan Sumatera Barat berbasis IT. Dalam jawabannya, Fakhrizal dan Genius Umar menjabarkan konsep pembangunan pendidikan berbasis Teknologi dan IT. Termasuk memBangun industri kreatif berbasis digital. Termasuk Membantu permodalan Pengusaha baru (Start Up) Kaum millenial sesuai visi-misinya.

Menanggapi jawabannya ini, Mulyadi menganggap konsep pengembangan IT dan Teknologi yang disebutkan oleh Fakhrizal - Genius Umar terlalu tinggi. Tidak cocok dengan Sumatera Barat yang masih banyak Blank spot (lokasi tanpa sinyal-red). Hal ini terkuak bagaimana siswa dan mahasiswa banyak terkendala dalam belajar online di masa Pandemi covid-19 ini.

"Konsep yang bapak bacakan tentang IT ini terlalu tinggi. Tidak cocok dengan Sumbar. Cocoknya di Jakarta di daerah yang maju. Harusnya bapak fokus bagaimana memperbaiki blank spot yang banyak di Sumbar. Sebelum beraksi soal konsep pengembangan IT bapak ini," sebut Mulyadi.

Menanggapi pernyataan Mulyadi, Genius umar langsung mengatakan tidak ada yang tidak mungkin jika ingin membangun dengan semangat yang tinggi. Jika konsep ini tidak cocok dengan Sumbar, perlu diketahui pulau jawa itu maju atas hasil kerja anak muda Sumbar juga. Nanti bagaimana kita menarik anak muda Sumbar yang cerdas ini pulang kampung. Kemudian mengajaknya untuk membangun kampung halaman (Sumbar-red). 

"Perlu diketahui, banyak anak-anak muda Sumbar yang cerdas dan pintar yang membangun pulau jawa itu. Kenapa tidak kita suruh pulang untuk membangun Sumbar. Jadi dengan step by step, apa yang kita pikirkan dan rencanakan bisa terwujud," kata Genius.

Saling sahut menyahutantara Mulyadi dan Genius Umar terus berlangsung di pertanyaan kedua soal UMKM. Dimana Mulyadi menjelaskan bagaimana usaha yang harus ditempuh itu dengan mengembangkan pengusaha usaha Mikro menjadi Makro.  Disamping melahirkan pengusaha baru, tetapi mengembangkan kualitasnya juga. Dengan begini, ekonomi  sumbar dan masyarakat bisa naik secara drastis. 

"UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Jadi pemerintah harus hadir untuk pelaku UMKM. Jangan sampai ada pelaku UMKM yang gulung tikar karena 90 persen UMKM yang menyediakan lapangan kerja. Makanya selain dilahirkan pengusaha muda yang baru, tetapi harus diberdayakan untuk bisa menjadi pengusaha besar," kata Mulyadi.

Dalam pernyataan Mulyadi ini, ditanggapi oleh Genius Umar dimana Mulyadi hanya berbicara untuk melahirkan dan membesarkan pelaku UMKM. Tetapi tidak menjelaskan dari mana sumber dukungan permodalan agar pelaku UMKM bisa kuat. Padahal ada perbankan daerah (Bank Nagari - Red) yang bisa dimanfaatkan untuk memutar keuangan.

"Masa kampanye ini, Memang gampang kita bicara akan bantu dan bantu. Tapi bagaimana kita mensingkronkan perbankan daerah dan dana desa  dari APBN untuk menguatkan pelaku UMKM melalui BUMDes. Dengan memanfaatkan keuangan seperti ini, juga banyaknpositifnya untuk daerah Sumbar di sektor ekonomi," kata Genius.

Mulyadi Mendengar pernyataan Genius pun tak mau kalah. Ia mengatakan Persoalan modal dan dana untuk pelaku UMKM tidak mungkin dijelaskan secara rinci di dalam debat ini. Lagipula permodalan ini sudah dijelaskan dari pemerintah, swasta atau pihak ketiga dengan pola kemitraan. 

"Jika dijelaskan secara teknis, bisa satu jam saya jelaskan. Ini waktu cuma dikasih dua menit. Lagipula sanggahan bapak seperti orang telat mikir. Tadi saya sudah jelaskan kalau permodalan bisa bersumber dari pemerintah , swasta atau pihak ketiga melalui pola kemitraan," kata Mulyadi. 

Sampai berita ini diturunkan, debat calon masih berlangsung.

(Agg) 

Berita Terkait

Baca Juga