Iwan Mulyadi: Saya Bersaksi Pak Fakhrizal Itu Pemimpin yang Mengedepankan Hati Nurani

Iwan Mulyadi Saya Bersaksi Pak Fakhrizal Itu Pemimpin yang Mengedepankan Hati Nurani Iwan Mulyadi

Covesia.com - Menjadi pemimpin itu bukan perkara mudah. Tak semua orang bisa sukses dalam memimpin. Banyak pemimpin yang tidak disukai rakyat karena sikap dan cara kepemimpinannya.

Semestinya sosok pemimpin itu harus mengedepankan hati dan empati agar bisa merasakan apa yang terjadi di tengah masyarakat.

Pemimpin yang memakai hati nurani, dia bisa merasakan derita masyarakat dan tentunya segera mencari solusinya.

Jika seorang pemimpin bisa mengedepankan nuraninya, berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat pasti bisa diatasi.

Berbicara nurani seorang pemimpin, kita teringat dengan Iwan Mulyadi, korban salah tembak oknum polisi di Pasaman Barat. Di mana Iwan puluhan tahun menunggu untuk mendapatkan haknya yang sudah diputus pengadilan dan akhirnya tuntas di tangan Fakhrizal saat menjabat Kapolda Sumbar.

Ditemui di Padang, Sabtu (21/11/2020), Iwan Mulyadi bercerita bahwa seandainya tak ada Fakhrizal, mungkin haknya tak akan bisa didapatkan.

"Saya bersaksi bahwa pak Fakhrizal itu pemimpin yang punya hati dan empati. Pak Fakhrizal itu peduli terhadap orang lemah seperti saya ini," ujar Iwan memulai ceritanya.

Kepedulian Fakhrizal terhadap orang cacat seperti dirinya bukan hanya sekadar cerita. Bahkan ketika uang pengganti Iwan Mulyadi sudah didapatkannya, Fakhrizal juga sering membantu Iwan.

"Saya sering dibantu pak Fakhrizal dan juga diberi motivasi agar tidak meratapi nasib dan berjuang untuk hidup lebih baik," ujarnya.

Iwan diketahui korban salah tembak anggota Polsek Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat pada Januari 2006.  Iwan mengalami cacat setelah mengalami kejadian tersebut.

"Setelah ditembak itu saya dilarikan ke rumah sakit dan berakhir di kursi roda," kata Iwan.

Dibantu Pusat Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Sumatera Barat, Iwan Mulyadi dipertemukan dengan Irjen Pol Fakhrizal yang saat itu menjabat sebagai Kapolda. 

Di Mapolda Sumbar, Fakhrizal cukup kaget karena sempat mengira kasus Iwan Mulyadi sudah selesai.

Berdasarkan data dari Kabidkum Polda Sumbar ditambah penjelasan dari kuasa hukum Iwan Mulyadi, IFakhrizal tidak pikir panjang dan langsung menuntaskannya.

Fakhrizal langsung membayarkan uang ganti rugi sebesar Rp 300 juta pada Iwan Mulyadi.

"Sudah delapan Kapolda, baru Irjen Pol Fakhrizal yang memberikan respons pada kasus saya secara baik," jelas Iwan Mulyadi.

Iwan kini merasa optimistis, uang itu digunakannya untuk menebus lahan yang digadai selama perjuangan mencari keadilan dan pengobatan. 

Sisanya dipakai Iwan Mulyadi membeli kebun dan sapi yang kini dikelolah oleh ayah kandungnya. 

"Uang tersebut sudah saya manfaatkan untuk membeli kebun dan sapi untuk dikembangbiakkan," ujarnya.

(lif)

Berita Terkait

Baca Juga