DPPK Kota Pariaman, Akan Tingkatkan Sosialisasi Kepada Petani Untuk Terapkan Tanam Padi Bervariasi

DPPK Kota Pariaman Akan Tingkatkan Sosialisasi Kepada Petani Untuk Terapkan Tanam Padi Bervariasi Foto: Kepala DPPK Kota Pariaman, Dasril.

Covesia.com - Karena jenis padi yang ditanam tidak bervariasi sehingga rentan terserang hama wereng, penyebab ratus hektar tanaman padi petani di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) gagal panen.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pengamat hama, salah satu penyebab terjadinya hama tersebut yaitu petani cenderung menggunakan satu jenis varietas," sebut Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Kelautan  (DPPK) Kota Pariaman, Dasril pada Jumat (20/11/2020).

Lanjut Dasril, saat ini pihaknya masih menghitung luas sawah dan kerugian yang ditimbulkan akibat hama wereng yang menyerang tanaman padi petani di Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman dan sejumlah lokasi lainnya di daerah itu.

"Biasanya rata-rata produksi padi di Kecamatan Pariaman Selatan, mencapai enam hingga tujuh ton per hektare, namun untuk saat ini diperkirakan menurun akibat hama wereng," katanya.

Dasril menyebutkan, dengan kedepannya pihaknya akan lebih meningkatkan sosialisasi kepada petani guna meyakinkan mereka agar mau menerapkan mekanisme penanaman jenis padi bervariasi setiap tahunnya.

Kemudian kata Dasril, untuk mengatasi hama tersebut pihaknya telah meminta pemerintah provinsi (Pemprov) untuk memberikan pendampingan terhadap petani yang sawahnya terdampak dengan mendatangkan penyuluh.

"Selain itu kami juga menyelenggarakan gotong royong bersama untuk membersihkan gulma, dan memberikan bantuan pestisida, serta meminjamkan alat semprot untuk penyemprotan," ungkapnya.

Sebelumnya belasan petani di Kota Pariaman, mengadukan nasib mereka yang mengalami gagal panen padi akibat hama yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir serta masalah pertanian lainnya ke DPRD setempat.

"Padi kami diserang hama, bahkan semenjak pertama ditanam hama sudah menyerang," kata koordinator penyampaian aspirasi petani ke DPRD Pariaman, Jupriman.

Ia menyampaikan meskipun hama tersebut telah berhasil diatasi dengan pemberian obat dan upaya lainnya, namun tidak berapa lama jenis hama lainnya muncul sehingga kerugian petani pun semakin besar.

(per)

Berita Terkait

Baca Juga