PWI Bukittinggi: Peran Media Bantu Pemerintah Sosialisasikan Vaksin Covid-19 kepada Masyarakat

PWI Bukittinggi Peran Media Bantu Pemerintah Sosialisasikan Vaksin Covid19 kepada Masyarakat Ilustrasi/Covesia/Anggoma

Covesia.com - Di tengah pandemi, media tidak hanya dapat memberi informasi yang benar dan sahih. Sebagai pilar keempat demokrasi, media juga dapat memainkan perannya dalam memberikan edukasi tentang Covid-19, khususnya soal vaksin dan program vaksinasi. 

Seperti halnya ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bukittinggi, Sumbar, Anasrul yang mengungkapkan bahwa peran media sangatlah penting dalam membantu pemerintah untuk mensosialisasikan vaksin Covid-19 kepada masyarakat. 

"Karena melalui media informasi bisa tersampaikan kepada masyarakat," kata Anasrul, Jumat (20/11/2020).

Ia mengatakan melalui media masyarakat bisa mendapat informasi terkait perkembangan vaksin Covid-19 yang saat ini masih menjadi isu yang hangat bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat. Disini, peran media sangat dibutuhkan karena mungkin saja ada masyarakat yang belum paham atau sama sekali tidak mengerti apa itu vaksin Covid-19.

"Melalui medialah informasi tersebut bisa disampaikan dan dengan peran media ini maka masyarakat bisa mengetahui tujuan pemerintah melakukan vaksinasi," paparnya.

Namun Anasrul juga mengingatkan wartawan untuk lebih bijak dalam memahami berita yang ditulis karena dimasa pandemi ini media juga menjadi garda terdepan dalam menginformasikan perkembangan Covid-19. "Selaku ujung tombak informasi kepada masyarakat, wartawan harus mempedomani etika sebuah berita, dipastikan kebenarannya kembali, harus seimbang dan bisa dipertanggungjawabkan," ungkapnya.

Pengaruh media dalam memberikan sosialisasi dan mengedukasi juga diakui penting oleh Humas Serdako Bukittinggi, Yulman. Ia mengatakan tanpa media masyarakat tidak akan tahu program capaian yang telah dilakukan oleh pemerintah kota.

"Apalagi disaat pandemi ini, tentunya pemerintah membutuhkan peran media dalam mensosialiasikan protokol Covid-19, yang akan menjadi adaptasi kebiasaan baru dalam keseharian," ucapnya.

Menyikapi hal demikian Dr. dr. Kohar Hari Santoso, Direktur RSSA Malang dan Ketua Tim Tracing Gugus Tugas Covid-19, Jawa Timur dalam Dialog Produktif dengan tema ‘Belajar dari Sukses Vaksin MR di Jawa Timur dan Peran Media dalam Vaksinasi’ secara daring di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa (17/11/2020) mengungkapkan media sangat membantu tugas pemerintah dalam melaksanakan imunisasi lewat edukasi dan sosialisasi ke masyarakat. Media membantu menyebarkan informasi, sehingga masyarakat bersedia untuk diimunisasi.

Diakui mantan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur ini, pada mulanya banyak masyarakat yang menolak akibat kurangnya informasi yang diberikan petugas kesehatan. Sehingga banyak informasi yang salah dan tidak benar beredar di kalangan masyarakat. 

“Misalnya, tetap ada kemungkinan akan ada panas atau demam pasca imunisasi," katanya.

Selain melibatkan media, keberhasilan lainnya, sebut dr.Kohar, dilakukan dengan pendekatan secara kultural. Keberagaman latar belakang budaya dan juga tingkat religius masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah untuk melakukan upaya imunisasi. 

“Untuk membentuk persepsi positif publik, kita akan turun ke bawah, mendatangi tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh kunci. Meski ada penolakan akan tetapi kita tetap melakukan pendekatan untuk memberikan pemahaman yang baik dan benar," imbuhnya.

(deb)


Berita Terkait

Baca Juga