BSM Lubuk Sikaping Alirkan Berkah Bantuan Rp5 Juta Ke SLB Yappat Pasaman

BSM Lubuk Sikaping Alirkan Berkah Bantuan Rp5 Juta Ke SLB Yappat Pasaman BSM KCP Lubuk Sikaping saat menyalurkan bantuan untuk SLB Yappat Pasaman (Ist)

Covesia.com - Bank Syariah Mandiri (BSM) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat menyalurkan bantuan untuk Sekolah Luat Biasa (SLB) Yappat Lubuk Sikaping.

Bantuan senilai Rp5 Juta itu langsung diserahkan Branch Manager KCP BSM, Ronaldi, SE kepada Ketua Yayasan Penyantun Pendidikan Anak Cacat (Yappat) Pasaman Ny. Suryani Yusuf Lubis dan selanjutnya diserahkan kepada pihak sekolah SLB Yappat Pasaman.

Ketua Yappat Pasaman, Ny. Suryani menyebut, bantuan dari BSM itu akan dimanfaatkan untuk operasional sekolah, terutama untuk transportasi Siswa SLB. 

"Anak-anak kita di SLB ini berasal dari berbagai Kecamatan di Pasaman, dan mereka perlu kita bantu transportasinya. Nanti dana bantuan ini akan kita gunakan untuk itu," ujar Ny. Suryani, sembari mengucapkan terima kasih kepada BSM, Senin (16/11/2020).

Branch Manager KCP BSM, Ronaldi, SE dalam acara di halaman SLB Yappat Lubuk Sikaping menjelaskan bahwa bulan ini BSM seluruh Indonesia melaksanakan Program Mandiri Syariah Mengalirkan Berkah ke Masjid.

"Di Pasaman kita menyalurkan ke Masjid Al Bari'u sebesar Rp5 juta, dan pengurus masjid meneruskan ke SLB Yappat Lubuk Sikaping," jelas Ronaldi.

Ditambahkan Ronaldi, program mengalirkan Berkah BSM disisihkan dari laba Bank, dan disalurkan ke masjid-masjid di seluruh Kantor Cabang dan KCP BSM se-Indonesia.

"Kami bertekad, bantuan ini akan terus ditingkatkan setiap tahunnya, dan di Pasaman sudah terlaksana dua tahun, 2018 dan tahun 2020 ini," ujarnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Suryani berkesempatan meninjau physik gedung sekolah, proses belajar mengajar dan bercengkrama dengan anak-anak siswa SLB.

Kepala SLB Ibuk Yul memaparkan, siswa SLB Yappat Lubuk sikaping saat ini berjumlah 75 siswa, terdiri dari 55 siswa SDLB, 14 SMPLB dan 6 orang siswa SMALB.

"Siswa kita berasal dari berbagai Kecamatan se-Pasaman. Umumnya orang tua siswa kesulitan masalah biaya transportasi anak ke sekolah," ungkap Buk Yul.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga