Kemenparekraf: Banyak Potensinya, Jadi Jangan Minder Tinggal di Daerah Pelosok

Kemenparekraf Banyak Potensinya Jadi Jangan Minder Tinggal di Daerah Pelosok Saat Direktur Ekonomi Kreatif, Film, Televisi dan Animasi Kemenparekraf RI, Syaifullah memberikan arahan kepada puluhan pemuda di Kota Pariaman

Covesia.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), melalui Direktur Ekonomi Kreatif, Film, Televisi dan Animasi Kemenparekraf RI, Syaifullah mengatakan, kepada kaum milenial jangan minder tinggal di daerah terpelosok, karena di sana banyak potensinya. 

"Produk pun, bahan bakunya berasal dari daerah terpelosok. Jadi sekarang tinggal bagaimana memanfaatkan potensi itu," sebut Syaifullah pada Senin (16/11/2020) saat memberikan arahan kepada puluhan pemuda pada Pelatihan dan Pembinaan Pelaku Ekonomi Kreatif di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).

Lanjut Syaifullah, hal itu disampaikannya karena ia melihat masih banyak pelaku ekonomi kreatif di Kota Pariaman yang rendah diri (minder).

"Banyak juga sih yang pesimis dan minder. Padahal di Kota Pariaman ini banyak yang bisa dijadikan ide untuk dikembangkan, dan konten yang bisa dibuat," ungkap Syaifullah.

Syaifullah menyebutkan, selain itu para pelaku ekonomi kreatif di Kota Pariaman kurang masih ada yang kurang Up date dengan iven yang ada, padahal itu gratis dan hadiahnya luar biasa besar.

"Saya pikir ini soal mindset atau pola pikir saja. Dalam artian, meskipun kita berada di daerah yang jauh dari pusat (Pemerintah Pusat), persaingan harus tetap dilakukan," ucapnya.

Dikatakan Syaifullah, seperti diketahui orang Minang dapat bersaing di kancah Nasional. Bahkan banyak orang Minang yang menjadi pengusaha sukses, tokoh hebat, bahkan pahlawan nasional.

"Itu menandakan kalau kita mempunyai semangat yang tinggi maka dapat memposisikan diri sejajar dengan siapapun," ujarnya.

Untuk itu, Syaifullah berharap, kaum milena Kota Pariaman serta pelaku ekonomi kreatif lainnya dapat memacu diri untuk mengembangkan keterampilan agar bisa memberikan nilai yang tinggi baik secara ekonomi maupun popularitas.

Selain itu, Syaifullah mendorong pemuda untuk membuat film yang mengangkat cerita tentang budaya lokal, tujuannya tidak saja untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas, namun juga peningkatan ekonomi.

"Kalau dilihat rata-rata yang banyak ditonton adalah yang terkait konten lokal, yakni yang original," kata Syaifullah.

Tidak saja dapat mengangkat cerita-cerita dan kebudayaan yang ada di daerah, namun juga potensi ekonomi bagi masyarakat dengan memanfaatkan sosial media.

(per)

Berita Terkait

Baca Juga