Terparkir Tiga Tahun, Satlantas Polres Pasaman Persilahkan Pemilik Ambil Ranmor yang Disita

Terparkir Tiga Tahun Satlantas Polres Pasaman Persilahkan Pemilik Ambil Ranmor yang Disita Foto Kasatlantas Polres Pasaman, AKP Bezaliel Mendrofa saat diwawancarai awak media, Kamis (12/11/2020).

Covesia.com - Satuan Lalu Iintas (Satlantas) Polisi Resor (Polres) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat kembali mempersilahkan kepada pemilik kendaraan bermotor (ranmor) yang sudah tiga tahun terparkir yang mako lantas setempat.

Kapolres Pasaman, AKBP Dedi Nur Andriansyah, S.Ik, M.Si melalui Kasatlantas, AKP Bezaliel Mendrofa mengatakan pengumuman ini sudah kali kedua dilakukan kepada pemilik ranmor yang disita tersebut.

"Terdapat 15 unit Barang Bukti (BB) Ranmor yang berada di Sat-Lantas Polres Pasaman merupakan kendaraan bermotor yang terjaring razia, serta terlibat laka lantas di wilayah hukum Polres Pasaman. Semenjak tiga tahun lampau terparkir sampai saat ini tidak ada kabar dari para pemiliknya," terang Kapolres Pasaman, AKBP Dedi Nur Andriansyah, S.Ik, M.Si melalui Kasatlantas, AKP Bezaliel Mendrofa, Kamis (12/11/2020).

Dari 15 unit kendaraan tanpa kabar itu kata AKP Mendrofa, diantaranya 9 unit merupakan kendaraan yang terjaring razia ketertiban lalu lintas.

"Kemudian 6 unit kendaraan terlibat laka lantas dari berbagai merek sepeda motor. Kendaraan roda dua tanpa kabar tersebut sudah berada satu tahun, bahkan ada yang tiga tahun parkir di Sat-Lantas Polres Pasaman. Untuk itu kami minta kepada pemilik untuk segera mengambilnya," tambah Kasatlantas Polres Pasaman, AKP Bezaliel Mendrofa.

AKP Bezaliel Mendrofa juga menjelaskan, 15 kendaraan tanpa kabar dari pemiliknya ini Semuanya kendaraan tanpa TNKB. Sebagian ada yang nomor rangka dan mesinnya yang jelas sebagian ada juga yang sudah pudar atau tidak terbaca lagi.

"Jajaran Sat-Lantas Polres Pasaman menghimbau kepada masyarakat pemilik kendaraan bermotor yang berada di Sat lantas Polres Pasaman, terutama pemilik kendaraan yang perkara kasusnya telah selesai, silahkan menjemput kendaraan bermotor mereka dengan memperlihatkan bukti tanda kepemilikan yang lengkap dan sah menurut hukum," kata AKP Mendrofa.

Namun kata dia jika dalam kurun waktu dua bulan kedepan tidak juga ada kabar dari para pemilik kendaraan, maka Satlantas polres pasaman akan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan untuk tindakan pemusnahan atau pelelangan. 

"Terkait pemusnahan ataupun pelelangan, kekuatan hukumnya telah kita koordinasikan dengan Sat-Lantas Polda Sumbar. Bahwa, Mako Sat-Lantas bukanlah tempat parkir Barang Bukti (BB) untuk waktu yang sangat lama," katanya.

Untuk prosedur pemusnahannya kata dia, pihaknya meminta penetapan status Barang Bukti (BB) dari pengadilan dan mengkoordinasikan dengan kejaksaan untuk pelelangan.

"Selanjutnya, melakukan koordinasi dengan Dishub Pasaman, apakah layak atau tidak kendaraan tersebut untuk digunakan di jalan raya. Serta, berkoordinasi dengan Disperindag Pasaman, untuk mengetahui apakah ada nilai jual kendaraan tersebut. Apabila, bisa dilelang maka akan disesuaikan dengan harga jual barang bukti kendaraan tersebut. Terakhir, apabila dilakukan pemusnahan nantinya, maka akan dilakukan dengan mesin las," tutupnya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga