RSUD Lubuk Sikaping Raih Anugerah Bapeten 2020

RSUD Lubuk Sikaping Raih Anugerah Bapeten 2020 Video Konference anugerah Bapeten 2020 (Ist)

Covesia.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat berhasil meraih penghargaan Anugerah Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) 2020 kategori fasilitas radiologi dan zat radioaktif. 

Direktur RSUD Lubuk Sikaping, dr. Yong Marzuhaili mengatakan prestasi bergengsi itu didapat usai sukses melakukan pengawasan dan meningkatkan keamanan serta keselamatan dalam memanfaatkan tenaga nuklir di RSUD Lubuk Sikaping.

“Penghargaan itu diberikan terkait keselamatan dan keamanan Nuklir kegiatan radiologi dan zat radioaktif,” terang Direktur RSUD Lubuksikaping, dr. Yong Marzuhaili, Senin (9/11/2020).

Direktur RSUD Lubuk Sikaping, dr. Yong Marzuhaili mengatakan salah satu faktor RSUD Lubuksikaping menerima penghargaan Anugerah Bapeten 2020 ini, karena rumah sakit kita telah memegang Izin/Fasilitas/Personil yang memiliki komitmen dan peforma sangat baik dalam keselamatan radiasi dan/atau keamanan sumber radioaktif.

Bapeten mengapresiasi atas paparan seputar nuklir radio aktif. RSUD Lubuk Sikaping menjadi satu dari 9 fasilitas kesehatan radiologi se-Indonesia yang mendapat penghargaan dari Bapeten.

“Dalam penilaian itu, pihak kita tidak dilibatkan, jadi penilaian sepenuhnya dari Bapeten. Ini menjadi komitmen RSUD Lubuk Sikaping dalam memberikan yang terbaik untuk masyarakat agar aman untuk lingkungan, air, tanah, udara, dan aman dari paparan radiologi,” tambahnya.

Menurut dr. Yong, anugerah ini merupakan prestasi tersendiri bagi Pasaman. Indikatornya karena Pemkab. Pasaman patuh dan mengikuti ketentuan peraturan perundangan ketenaganukliran. 

Ia menambahkan, ada tujuh indikator penilaian dalam penghargaan Bapeten ini, yaitu perizinan di mana RSUD Lubuksikaping artinya sudah melakukan prosedur perizinan yang sesuai dengan standar.

"Selanjutnya, indikator ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) radiologi yang dimiliki RSUD Libuksikaping sudah terpenuhi. Selain itu, terdapat indikator pemantauan dalam hal ini terkait pemantauan dosis pekerja radiasi. Artinya radiografer RSUD Lubuksikaping terpantau dan aman dari paparan radiasi. Serta, ada pula indikator pemantauan kesehatan pekerja radiografer," katanya.

Indikator lainnya kata dr. Yong, adanya pemantauan paparan radiasi daerah kerja, sehingga lokasi radiologi di RSUD Lubuksikaping tidak tembus dan bocor paparannya. 

Katanya,  beberapa hal lain yang menguatkan penilaian itu adalah, ketersediaan peralatan keselamatan dan keamanan sumber radiasi pengion.

“Kami juga dinilai mengenai ketersediaan kesesuaian dokumen dan rekaman keselamatan dan keamanan sumber radiasi pengion tersebut,” tutupnya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga