Pengajuan Gelar Pahlawan Nasional Bagi Inyiak Candung, UAS: Rasa Terima Kasih Terhadap Tokoh Panutan

Pengajuan Gelar Pahlawan Nasional Bagi Inyiak Candung UAS Rasa Terima Kasih Terhadap Tokoh Panutan Ustad Abdul Somad

Covesia.com - Ustad Abdul Somad turut berkomentar perihal usaha yang dilakukan para alumni MTI Candung untuk menjadikan Syeikh Sulaiman Arrasuli atau Inyiak Candung sebagai pahlawan nasional. 

"Haul adalah bagaimana mengambil pelajaran kehidupan dari syeikh Arrasuli lahir pada 1871 dan meninggal tahun 1970. Beliau diberi usia panjang tak ada kosong dari ibadah. Di Minang , di Mekah , dan beliau satu angkatan Hasan Maksum di Sumut, Syekh Hasim As'ary yang kembali ke Jombang," ungkap UAS, Sabtu (31/10/2020).

Berbeda daerah namun dakwah mereka sama. Sama-sama mendirikan pesantren, di daerah masing-masing, syeikh sulaiman dengan Pesantren Candung. 

UAS mengatakan bahwa Inyiak Candung adalah pendiri Perti, yang berbenteng ahlusunnahwaljamaah, aqidah as ari, ibadah assyafii. Perti lebih khusus lagi ke tarikat naqsabandi, akidah, fikih dan spiritual nya tinggi.

"Hidup mereka waqafkan dan menjual dirinya kepada Allah. Syeikh Arrasuli mencerdaskan umat dan perjuangan melawan penjajah, beliau melawan penjajah tak ada lampu hijau pada penjajah baik belanda dan jepang," jelasnya. 

Tak hanya itu UAS menegaskan bahwa Inyiak Candung tidak perlu penghargaan manusia. "Gelar sebagai Pahlawan nasional ini hanya sebagai rasa terima kasih kita agar tidak kehilangan tokoh dan panutan atau publik figur. Sebab Kalau ini ditulis dimunculkan tidak berpengaruh di depan Allah," jelasnya. 

Ia mengimbau bahwa mari menjaga warisan beliau yakninya pesantren di Candung untuk kemaslahatan dan pendidikan yang lebih baik. 

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga