Turut Perangi Pandemi Covid-19, Tokoh Spirit Muda Kota Solok Bagikan Ribuan Masker ke Pedagang

Turut Perangi Pandemi Covid19 Tokoh Spirit Muda Kota Solok Bagikan Ribuan Masker ke Pedagang Tokoh gerakan Spirit Muda Kota Solok DR. Ramadhani Kirana Putra. SE, MM membagikan masker gratis kepada pedagang dan pengunjung Pasarraya Solok, Sumatera Barat, Jumat (30/10/20)(Dok. Spirit Muda Kota Solok)

Covesia.com - Perhelatan Pilkada serentak 2020 di masa pandemi Covid-19, Ramadhani Kirana Putra tetap menyapa masyarakat Kota Solok, Sumatera Barat. Ia bersama Spirit Muda membagi-bagikan sebanyak 2000 masker untuk pedagang dan pengunjung Pasarraya Kota Solok, Jumat (30/10/2020) kemarin.

Kunjungan Ramadhani ke pasar dengan kelompok kecil tanpa mengabaikan aturan pemerintah dan PKPU No10 tahun 2020 yang mengatur protokol kesehatan pencegahan Covid-19 pada Pilkada. 

Lawatan ke Pasarraya Kota Solok selain mendengar keluhan masyarakat, ia juga mengingatkan rakyat di pasar untuk bersama-sama memerangi pandemi dengan memakai masker, menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, memutus mata rantai Covid-19 tidak hanya dilakukan pemerintah tetapi butuh kerja sama dengan masyarakat beserta elemen lembaga yang ada.

"Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Spirit Muda dengan membagikan masker kepada pedagang sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19 di Kota Solok," kata Dani, dalam keterangan resminya yang diterima, Sabtu (31/10/2020).

Menurutnya kasus pandemi virus Covid-19 bukan saja masalah di daerah, tetapi juga sudah termasuk masalah di selusin negara di dunia. Yang sampai saat ini para ilmuwan, dokter ahli sedang meneliti untuk mencari solusi cepat menangani virus.

Pemerintah terus berupaya dan salah satu laju alternatif dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak satu sama lain.

"Dengan cara demikian kita bisa ikut campur tangan memutus mata rantai Covid-19," ujar tokoh muda Solok ini.

Katanya, selain membagikan masker, Spirit Muda ini juga melakukan aktivitas sosial lainnya saat awal pandemi masuk di daerah.

"Ya, sampai hari ini terus dilakukan sebagai bentuk upaya memutus penyebaran virus agar rakyat tidak terpapar," terangnya.

Terkait hal ini Ramadhani memutar otak untuk bisa mencari formula sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat terpapar secara langsung dan tidak langsung, selain adanya formula dari pemerintah bagi yang terdampak. Sejumlah sektor ekonomi rakyat terpukul karena Covid-19, kata Dani. Usaha-usaha kecil rakyat terpukul dan nyaris tutup karena jumlah pendapatan menurun sejak Covid menyebar di daerah.

"Pasar tempat yang pernah menyuguhkan kebahagiaan masa kecil bagi siapa saja, ini perlu digairahkan," ungkap Dani, tokoh milenial itu.

Sejauh ini komunitas spirit muda terus melakukan sosialisasi di tengah masyarakat, berperan dalam memberi pemahaman tentang betapa pentingnya menjaga kesehatan, lingkungan dalam memutus mata rantai Covid-19. 

"Jangan pernah berhenti untuk berbuat untuk rakyat dan tetap mematuhi protokol kesehatan agar tetap spirit untuk rakyat," pungkas Dt. Nan Batungkek Ameh.

(ril/don)


Berita Terkait

Baca Juga