Rara, Balita Kurang Gizi Warga Padang Pariaman yang Butuh Belaian Kasih

Rara Balita Kurang Gizi Warga Padang Pariaman yang Butuh Belaian Kasih Foto: Saat Kapolres Kota Pariaman, kunjungi kediaman Rara, balita bergizi kurang di Padang Pariaman. Peri.

Covesia.com -  Rara (2) di Nagari Kudu Gantiang Barat, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman tak semujur dan sesempurna bayi seusianya. Disaat anak-anak lain mendapatkan nutrisi dan asupan vitamin yang cukup sebagai bekal perkembangan tubuhnya di hari depan, Rara harus ikhlas untuk menjalani kehidupan ini dengan seadanya..

Rara yang merupakan balita berumur 2 tahun itu adalah anak ketiga dari tiga bersaudara, ayahnya sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Ditengah ekonomi saat ini Ayah dan Ibu Rara merasa sulit untuk mencukupi semua kebutuhan buah hatinya. . 

Kabar itu sampai di telinga pihak Kepolisian Resor (Polres) Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), dengan inisiatif sendiri dan ingin melihat langsung kondisi terkini, pihak kepolisian yang langsung dikomandoi oleh Kapolres wilayah setempat mengunjungi rumah balita bergizi kurang tersebut.

"Kami mendapatkan informasi terkait dengan kondisi anak ini sehingga kami berinisiatif membantu sebisa kami mampu," sebut Kapolres Kota Pariaman, AKBP Deny Rendra Laksmana saat melihat kondisi Rara di Kecamatan V Koto Timur, pada Jumat (30/10/2020).

Lanjut Deny, bantuan itu berupa pemeriksaan kesehatan, memberikan susu, makanan bayi, pakaian dan boneka.

Tujuannya agar bantuan yang diberikan itu bisa meningkatkan asupan gizi, serta semangat anak dan keluarganya dengan harapan kesehatan anak tersebut membaik.

"Apalagi sekarang masa pandemi ekonomi warga sedang sulit, semuanya pada kekurang," ujarnya.

Deny mengatakan, terkait kondisi Rara ini perlu perhatian yang serius. Untuk itu ia mengajak masyarakat ikut membantu Rara tersebut guna memperbaiki gizinya.

"Kami dari kepolisian rencana ditiap bulannya akan mengunjungi dan memantau kondisi Rara ini, serta memberikan bantuan," ungkapnya. 

Sementara itu Bidan Desa Nagari Kudu Gantiang Barat, Melasari menyebutkan, Rara mengalami gizi buruk sehingga meski sudah usianya 23 bulan berat badannya masih tujuh kilogram padahal seharusnya 11-12 kilogram.

"Kondisi ini dialami Rara sejak beberapa bulan terakhir. Waktu lahir normal saja, namun sekarang kondisinya sudah mulai membaik, lagi, bahkan sudah mulai bisa berjalan walaupun dibimbing," jelasnya.

Sebelumnya, waktu diketahui Rara mengalami bergizi kurang rencananya akan dirujuk, tapi karena terkendala biaya serta kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat tidak punya dan kartu JKN orang tuanya juga sudah nonaktif, jadi batal dirujuk. 

(per)

Berita Terkait

Baca Juga