Sepuluh Hari Operasi, Tim Gakkumdu Pasaman Tindak 308 Pelanggar Perda AKB

Sepuluh Hari Operasi Tim Gakkumdu Pasaman Tindak 308 Pelanggar Perda AKB Tim Gakkumdu Kabupaten Pasaman saat turun menindak pelanggar Perda AKB di Pasar Kauman, Rao Selatan, Jumat (30/10/2020) tadi (Ist)

Covesia.com - Tim Penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat sudah menindak sebanyak 308 orang pelanggar Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) penegakan protokol kesehatan Covid-19.

Ketua Tim Gakkumdu Kabupaten Pasaman, Aan Afrinaldi mengatakan ratusan orang itu ditindaknya saat turun melaksanakan penindakan pelanggaran Perda AKB disejumlah tempat di daerah setempat selama sepuluh hari ini.

"Sampai saat ini pelanggar protokol kesehatan yang telah ditindak dan dicatat pada Aplikasi Sipelada Sumbar oleh Tim Gakkumdu penegakan protokol kesehatan Kabupaten Pasaman berjumlah 308 pelanggar. Para pelanggar kami pakaikan rompi orange dan membersihkan fasilitas umum yang langsung ditonton oleh masyarakat. Ini merupakan sanksi sosial sesuai yang diatur dalam Perda AKB bagi pelanggar," terang Aan Afrinaldi, Jumat (30/10/2020).

Aan Afrinaldi mengatakan sasaran operasi penegakan protokol kesehatan Covid-19 masih para pedagang, dan pengunjung pasar serta pengguna jalan yang melintas di sekitarnya

"Permasalahan dilapangan masih dijumpai pedagang, pengunjung Pasar dan pengguna jalan yang melintas di sekitarnya tidak menerapkan protokol kesehatan sebagaimana yang diatur dalam Perda Propinsi Sumatera Barat Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19. Kemudian banyaknya pengemudi becak motor penumpang yang tidak mematuhi protokol kesehatan terutama pemakaian masker," katanya.

Pihaknya memberikan sanksi kepada pelanggar sesuai Perda 6/2020 berupa sanksi kerja sosial dengan memakaikan rompi orange.

"Sebelum menjalankan sanksi, pelanggar menandatangani dokumen bukti pelanggaran dan mengenakan rompi khusus pelanggar protokol kesehatan. Kepada pelanggar diberikan arahan pentingnya kepatuhan terhadap protokol kesehatan oleh pejabat pendamping. Ada juga pelanggar yang tidak bersedia melaksanakan kerja sosial di ganti dengan denda sebesar Rp 100 ribu," katanya.

Pihaknya bersam tim Gakkumdu kata dia bakal terus melakukan penindakan bagi para pelanggar Perda AKB di seluruh daerah di Pasaman guna mencegah awal penyebaran Covid-19.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga