Sebulan Berkampanye, Enam Surat Peringatan Tertulis DiKeluarkan Bawaslu Limapuluh Kota

Sebulan Berkampanye Enam Surat Peringatan Tertulis DiKeluarkan Bawaslu Limapuluh Kota (Foto : Istimewa)

Covesia.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Limapuluh Kota melayangkan enam peringatan tertulis kepada Calon Kepala Daerah (Cakada) selama satu bulan terakhir berkampanye. Enam peringatan ini tidak hanya didapati oleh Paslon Cakada dari Limapuluh Kota, tetapi ada juga dari Paslon Calon Gubernur Sumbar. 

Surat peringatan tertulis ini dikeluarkan setelah Kampanye Paslon melebihi 50 orang dan tidak memperhatikan protap kesehatan saat berkampanye.

Dari enam peringatan tertulis itu, satu peringatan diberikan langsung oleh Bawaslu Limapuluh Kota. Sedangkan satu teguran diberikan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Bukit Barisan, dan empat lainnya diberikan oleh Panwaslu Kecamatan Mungka.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota, Ismet Aljannata menuturkan mayoritas pelanggaran yang dilakukan oleh Cak ada ini adalah tidak memperhatikan protap kesehatan Covid-19 sesuai dengan PKPU No 13 tahun 2020. Akhirnya terpaksa Bawaslu mengeluarkan surat peringatan tertulis kepada Paslon yang berkampanye tersebut. 

"Ada enam peringatan yang kami keluarkan selama satu bulan berkampanye ini. Mayoritas tidak mematuhi protap kesehatan. Tak hanya paslon dari Limapuluh Kota, dari Paslon Gubernur juga ada," sebut Ismet kepada Covesia.com, Kamis (29/10/2020).

Disebutkan Ismet, surat peringatan tertulis ini akan keluar jika peringatan Bawaslu Kabupaten maupun Panwas Kecamatan (Panwascam) tidak diindahkan oleh Paslon. Apabila dalam waktu 60 menit peringatan tidak diindahkan, Bawaslu berhak melakukan tindakan pembubaran Kampanye yang dibantu oleh pihak kepolisian

"Atas dasar inilah, surat peringatan dibuat. Selain dibubarkan, surat peringatan juga di layang kan," ucapnya.

Sementara itu Ketua Panwascam Mungka Yudianto menyebut pihaknya mengeluarkan empat surat peringatan tertulis karena kampanye yang dilakukan calon tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Kemudian jumlah peserta dan tim kampanye melebihi 50 orang yang menjadi jumlah maksimal kegiatan kampanye tatap muka.

“Untuk empat kegiatan kampanye yang kami berikan surat peringatan tertulis itu, semuanya menyelesaikan kegiatan sebelum 60 menit,” jelas Yudi didampingi Anggota Panwascan Mungka, Reni Deswita Sari.

Dia mengimbau seluruh calon yang akan berkampanye untuk benar-benar memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 dalam pelaksanaan kampanye. Sehingga mereka bisa melaksanakan kegiatan sampai tuntas tanpa dibatasi waktu 60 menit yang menjadi tenggat waktu pembubaran, setelah dikeluarkannya surat peringatan tertulis.

(Agg)

Berita Terkait

Baca Juga