Program Subsidi Kuota Internet Kemdikbud Sangat Membantu Siswa Belajar Daring

Program Subsidi Kuota Internet Kemdikbud Sangat Membantu Siswa Belajar Daring Ilustrasi ( Foto : Fortune)

Covesia.com - Sejak mewabahnya pandemi Covid-19 melanda tanah air membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memberlakukan sistem pembelajaran online (Daring) bagi seluruh Siswa. Hal ini dilakukan guna mencegah dan memperkecil klaster penyebaran Covid-19 dilingkungan sekolah.

Disamping pemberlakuan pembelajaran online (Daring), Kemdikbud baru-baru ini juga memberikan subsidi kuota internet bagi Siswa dan Guru se-Indonesia dengan penyalurannya secara bertahap.

Kehadiran subsidi kuota internet Kemdikbud ini sangat dirasakan oleh para siswa, khususnya pengakuan Nadia Khairani (16) salah seorang Siswi SMKN 1 Lubuk Sikaping.

"Paket kuota internet gratis satu bulannya sudah saya terima. Alhamdulillah sangat membantu dalam menyelesaikan proses pembelajaran online saat ini," ungkap Nadia Khairani (16) kepada Covesia.com, Kamis (29/10/2020).

Nadia mengakui kalau pembelajaran online ini sangat tidak efektif hingga mudah membosankan.

" Namun karena situasi pandemi Covid-19 ini memaksa kita semua harus menerima keadaan saat ini demi mencegah penularannya. Akan tetapi jika memang program pembelajaran Daring ini juga akan tetap diperpanjang, Pemerintah semestinya juga memperpanjang program subsidi kuota internet kami," tambahnya.

Sementara Kepala SMKN 1 Lubuk Sikaping, Muslim, M.Pd mengaku hingga saat ini program subsidi kuota internet Kemdikbud sudah terealisasi disekolahnya sekitar 70 persen.

"Penyalurannya memang bertahap. Saat ini 70 persen Siswa sudah menikmatinya. Tinggal hanya sekitar 30 persen lagi siswa yang belum menerima. Kita harapkan semuanya segera tersalurkan agar siswa bisa memanfaatkannya," katanya.

Muslim mengimbau kepada para Siswa untuk benar-benar memanfaatkan subsidi kuota internet itu semata-mata untuk keperluan proses pembelajaran Daring.

"Kami minta kepada para siswa untuk memanfaatkannya dengan baik untuk kepentingan penunjang belajar. Jangan gunakan untuk mengakses yang lain. Sebab meskipun belajar secara online, kita usahakan target materi pembelajaran tetap tercapai maksimal hendaknya," tutupnya.

(hms.sumbar/hri)

Berita Terkait

Baca Juga