Karena Tidak Terawat, Pemkot Pariaman Berencana Ambil Alih Pengelolaan Penangkaran Penyu

Karena Tidak Terawat Pemkot Pariaman Berencana Ambil Alih Pengelolaan Penangkaran Penyu Foto: Plt Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin. Peri.

Covesia.com - Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Mardison Mahyuddin menyampaikan bahwa sangat terharu dengan kondisi penangkaran penyu yang ada di daerahnya, karena menurutnya sekarang kondisinya tidak terawat.

"Rencananya kami akan mengirimkan surat kepada Pemprov Sumbar untuk meminta pengelolaannya kembali," sebut Mardison usai Pengukuhan Dewan Kesenian Kota Pariaman (DKKP) pada Kamis (29/10/2020).

Lanjut Mardison, penangkaran penyu tersebut merupakan salah satu ekoturisme andalan Kota Pariaman sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.

Namun apa boleh buat undang-undang mengatur, bahwa kegiatan sepanjang pantai tersebut dikelola oleh Provinsi Sumbar.

"Tapi kami akan mengambil kebijakan untuk membuat Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Sumbar, untuk meminta pengelolaannya penangkaran penyu tersebut," ungkapnya. 

Sebab kata Mardison, penangkaran penyu itu sudah menjadi kembanggan warga Kota Pariaman, dan tidak bisa dipisahkan dengan kawasan wisata daerah tersebut.

"Di dekat sana ada Sekolah Tinggi Ilmu Baruak dan hutan mangrove kalau diambil provinsi maka terhenti kami di sana," katanya.

Mardison berharap, semoga permintaan pihaknya dapat tindak lanjuti dan dikabulkan oleh Pemprov Sumbar agar pengelolaan penangkaran penyu tersebut kembali dikelola dengan baik oleh Kota Pariaman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Dwi Marhen Yono mengatakan minggu depan pihaknya akan mengirimkan surat terkait permintaan tersebut kepada Pemprov Sumbar.

"Sekarangkan libur panjang, jadi minggu depan kami kirimkan suratnya," ucapnya.

(per)

Berita Terkait

Baca Juga