Karyawan Rumah Makan, Restoran dan Cafe Wajib Tes Swab, Pelaku Usaha: Jangan Takut

Karyawan Rumah Makan Restoran dan Cafe Wajib Tes Swab Pelaku Usaha Jangan Takut Ilustrasi (dok.covesia.com )

Covesia.com - Hingga hari ini sudah lebih dari 12 ribu masyarakat Sumatera Barat yang terinfeksi Covid-19. Setiap harinya terus bertambah kasus positif di atas seratus kasus. Kota Padang masih sebagai penyumbang terbanyak. 

Menyikapi hal itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno akhirnya mengeluarkan surat instruksi kepada pelaku usaha, rumah makan, restoran dan cafe di Kota Padang untuk wajib melakukan tes swab bagi seluruh karyawan. 

"Pemeriksaan tes swab ini untuk memutus mata rantai Covid-19 di Sumbar. Kita gratiskan untuk seluruh pelaku usaha rumah makan, restoran dan cafe," ungkapnya semalam, pada acara kawal Covid-19 tes swab dan protab covid-19 untuk rumah makan dan cafe di Zona Merah, via zoom, Kamis (22/10/2020). 

Dalam diskusi via zoom tersebut diikuti berbagai pelaku usaha di Kota Padang juga salah satu pemilik hotel kota Padang. Yakninya Vera Mercure Padang. 

"Saya himbau teman-teman yang punya restoran dan tempat makan untuk test swab. Kita punya rumah makan ketika kita tak memotong mata rantai maka akan begitu terus. Tidak hanya beberapa orang saja yang akan terinfeksi bahkan ke beberapa orang lainnya," ungkap Vera. 

Lebih lanjut dikatakan Vera yang terinfeksi bisa saja dapatnya bukan dari rumah makan, tapi dari keluarga atau karyawan. Gejala Covid-19 banyak sepertin bersin, merinag dan sesak nafas di ahirnya.

Pemilik usaha jangan takut, jika ditemukan karyawan yang positif bisa langsung dirawat dan diisolasi. Usaha dibuka lagi jika sudah aman. Jika belum maka bisa tes lagi untuk memutus mata rantai.  "Jangan sampai hanya memeriksakan 10 orang dari 30 karyawan yng dimiliki, sebab kita tidak dapat menemukan sumber positifnya kalau begitu. Biasnya yang terpapar satu orang menularkan ke 3 orang, 3 orang ke 6 orang. Mereka punya keluarga, itu kan bahaya kalau tidak cepat diketahui, "jelasnya. 

Vera mengajak pelaku usaha untuk mau dites swab. "Sudah ada fasilitas diberikan oleh pemerintah kenapa gak diperiksa kesehatannya. Pelayanan penting banget diketahui, jika ada pegawai yang sakit ini penting memutus mata rantai covid-19," imbuhnya. 

Tak hanya itu, Vera juga bercerita pengalamannya perihal tes swab." Swab itu tidak sakit, saya sudah 5 kali swab dan waktunya kurang dari 10 detik. Jangan takut dan cemas, kita yakinkan staf kita untuk mau dites, yakinkan juga bahwa kita tidak akan meinggalkan mereka. Jika bisa support ayo kita himbau karyawan kita ditest kita bisa memutus mata rantai, "ujarnya. 

Mengenai sharing antara pelaku usaha tersebut, owner Dbesto, dr Yashinta bertanya terkait berapa hari karyawan diliburkan dan berapa lama hasil swab keluar. "Saya minta sharing kira-kira dapat karyawan positif apa yang dilakukan," ujarnya. 

Hadir juga Dharma Syaifullah GM Rumah Makn Silungkang. "Kami siap dites, kami menunggu teknisnya kita bisa lakukan sesuai arahan. Kami mendoakan covid menurun dan pulih kembali perekonomian kita," ungkapnya. 

Di diskusi itu hadir juga kepala labor Unand, Andani Eka Putra. Ia menyebutkan idealnya pemeriksaan swab adalah sekali sebulan paling tidak. Kita gratiskan terus karena membantu pemutusan Covid-19. 

"Imbal baliknya, kami minta komitmen dari pemilik restoran untuk patuh pada protab yang telah ditentukan. Pemeriksaan sample maksimal 36 jam sudah selesai. Sample boleh diserahkan kapan saja," katanya. 

Lebih lanjut kata Andani pengambilan tesnya nanti saya bekerjasama dengan dinas kesehatan kota Padang untuk bantu pengambilan teman-teman dari pemilik restoran ke dinas dan ke lab. "Koordinasi saya tawarkan kita punya grup WA untuk komunikasi kita agar lebih gampang,"imbuhnya.

Tak hanya itu, kata Andani jika setelah kita lakukan tes dan hasil tes mereka negatif dan sudah sehat pegawai sudah kembali lagi. Kami sarankan kepada pemilik rumah makan untuk selalu memakai masker kalau bisa pakailah masker medis yang beli makan ya aman, nyaman. 

(lia)

Berita Terkait

Baca Juga