Kerugian Materil Akibat Banjir di Pasaman Capai Rp6,1 Miliar

Kerugian Materil Akibat Banjir di Pasaman Capai Rp61 Miliar Camat Bonjol, Afnita saat meninjau salah satu kerusakan Jembatan di Kecamatan Bonjol, Pasaman, Jumat (23/10/2020).

Covesia.com - Kerugian materil yang diakibatkan oleh Banjir yang menerjang kawasan pemukiman masyarakat maupun sejumlah fasilitas umum di daerah Kecamatan Bonjol maupun Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman mencapai Rp6,1 Miliar.

Camat Bonjol, Afnita kepada Covesia.com, mengatakan besarnya kerugian materil yang dialami itu akibat banyaknya fasilitas umum yang rusak bahkan putus yang diterjang oleh banjir sekitar pukul 20.00 WIB, Kamis (22/10/2020) tadi malam.

"Beberapa kerusakan yang ditimbulkan akibat tingginya curah hujan dan meluapnya Batang Malandu maupun Batang Padang Bubus untuk Nagari Ganggo Hilia diantaranya putusnya Jembatan labuah Kaciak Jorong pasar, putusnya Jembatan pendek Padang bubus, dan Jembatan penyeberangan warga antara Kampung Sianok dan pasar hanyut," terang Afnita, Jumat (23/10/2020).

Kemudian kata Afnita, Beronjong Pengaman MTSN 4 Pasaman roboh, tembok penahan Jembatan di Jorong Kampung Talang roboh, dan saluran irigasi Banda Tanjung Bungo amblas.
"Selanjutnya tebing saluran irigasi dan area persawahan masyarakat Tanjung Bungo rusak berat, jalan aspal sepanjang Jorong Kampung Talang sampai ke Simpang Tugu rusak, jalan Rambai Jorong Pasar putus dan embatan gantung Jorong Kampung Sianok putus," katanya.
Banjir ini kata dia juga mengakibatkan meluapnya kolam-kolam ikan milik UPR Bukik Putuih Mandiri Jorong Kampung Caniago.

"Belum lagi ratusan rumah warga yang tergenang air tadi malam. Akan tetapi alhamdulillah tidak ada yang mengalami rusak berat. Saat ini warga sibuk membersihkan sisa material banjir yang masuk kerumahnya," katanya.
Sementara untuk di Nagari Ganggo Mudiak, Kecamatan Bonjol kata dia untuk sayap bendungan Lubuak Ambacang jebol dan terkikisnya tebing aliran sungai Alahan Panjang.

"Tadi pagi juga tim dari Dinas PUPR Kabupaten Pasaman sudah turun ke lokasi mengecek kerugian materil. Setelah ditaksir tim dari Dinas PUPR Pasaman, kerugian materil dari dampak banjir ini untuk di Kecamatan Bonjol mencapai Rp5 Miliar," katanya.

Selanjutnya banjir juga menerjang sejumlah rumah dan fasilitas umum di Nagari Simpang, Kecamatan Simpati.

Wali Nagari Simpang, Adek Jumailis mengatakan banjir yang terjadi tadi malam didaerah itu menerjang tujuh rumah warga dan sejumlah jembatan penghubung Kampung didaerah itu.

"Untuk Jembatan pontong padang baru labuah lamo terputus dihantam banjir. Kemudian Bendungan irigasi bukik koto rusak berat, Irigasi kampung kadok juga rusak, dan merendam sekitar 10 Hektare areal persawahan masyarakat. Sehingga setelah dihitung oleh Tim Dinas PUPR Pasaman tadi, semua kerugian materil di Nagari Simpang ini mencapai Rp1,1 Miliar," kata Adek Jumailis.

Sebelumnya, sekitar pukul 20.00 WIB, Kamis (22/10/2020) tadi malam banjir dengan ketinggian 50 Centimeter-1 Meter menerjang ratusan rumah warga dan merusak sejumlah fasilitas masyarakat di Kecamatan Bonjol dan Kecamatan Simpati.
Banjir yang melanda daerah Bonjol diakibatkan oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur daerah itu sejak kemarin sore membuat meluapnya Batang Malandu maupun Batang Padang Bubus yang berada dipinggir pemukiman warga.
Sementara untuk Banjir di daerah Simpati juga diakibatkan oleh meluapnya Sungai yang ada dipinggir pemukiman warga. Namun beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga