Belum Temui Titik Terang, Aksi Mahasiswa Tolak Omnibus Law Masih Bertahan di Kantor DPRD Pasbar

Belum Temui Titik Terang Aksi Mahasiswa Tolak Omnibus Law Masih Bertahan di Kantor DPRD Pasbar Aliansi Mahasiswa Pasaman Barat masih bertahan di kantor DPRD Pasaman Barat, hingga pukul 19.45 WIB, Kamis (22/10/2020) malam (Ist)

Coveaia.comĀ - Ratusan para pendemo yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Pasaman Barat masih bertahan di kantor DPRD Pasaman Barat, hingga pukul 19.45 WIB, Kamis (22/10/2020) malam ini.

Para pendemo yang menolak UU Cipta Kerja (Omnibus Law) memilih bertahan hingga malam didepan gerbang kantor DPRD Pasaman Barat karena tak kunjung menemui titik terang dari para anggota DPRD setempat.

"Kita tidak akan berhenti pada penyegelan ini, ini adalah bentuk rasa kekecewaan kami. Tentu kami akan melaksanakan kembali aksi agar Ketua DPRD Pasaman Barat ini benar-benar ada," sebut Jubir Aliansi Mahasiswa Pasaman Barat, Monsano Andri kepada wartawan.

Ia mengatakan mahasiswa telah menyatakan rasa kekecewaan kepada Ketua DPRD Pasaman Barat. Jelas Monsano, aksi yang dilakukan sudah ketiga kalinya dan sudah dijanjikan bertemu namun tidak mau bertemu.

"Ini bukan mengecewakan mahasiswa saja namun telah mengecewakan masyarakat Pasaman Barat. Selain itu kita sangat menyayangkan Ketua DPRD lebih mementingkan agenda partainya dari pada menemui kita," katanya.

Menurutnya mahasiswa yang berjuang kali ini adalah bagian dari perjuangan masyarakat. Tuntutan mereka juga masih sama yang meminta Ketua DPRD untuk melaksanakan tuntutan yang diterima sebelumnya untuk dituntaskan.

Mereka juga meminta Ketua DPRD membuat pernyataan meminta maaf kepada Aliansi Mahasiswa Pasaman Barat dan masyarakat karena tidak bersedia menemui mahasiswa.

Lanjutnya mengaku tidak pernah meminta Ketua DPRD untuk berjanji. Namun mereka berharap Ketua DPRD untuk menuntaskan janjinya pada aksi pertama mereka diwaktu yang lalu.

"Bapak sendiri yang berjanji maka patuhilah janji bapak sendiri, sebab bapak salah seorang pemimpin di tanah tuah basamo ini. Tolong berikan kami contoh teladan yang baik, sebab kami para generasi penerus bumi tuah basamo ini," pintanya.

Monsano juga mengungkapkan sepertinya aksi yang dilakukan mahasiswa disepelekan dan pada akhirnya seolah ingin dibenturkan dengan aparat keamanan yang bertugas dilapangan.

"Kami seolah dibiarkan berbicara sampai mulut berbusa dari pagi sampai malam dan ketika sudah malam kami akan dibubarkan dengan sendirinya oleh aparat keamanan," ungkapnya.

"Tolong hargai kami, agar kami bisa menghargai bapak. Jangan kami ingin dibenturkan, sebab kami disini untuk membela masyarakat. Ini bukan akhir dari perjuangan kami, kami akan terus mengawal dan ini adalah sebuah penghianatan," imbuhnya.

Sebelumnya para mahasiswa ini menuntut agar tuntutan mereka diterima dan didukung oleh para wakil rakyat dengan isi tuntutan yakni.

1. Menolak dengan tegas pengesahan UU Cipta Kerja, karena bertentangan dengan UU No. 15/2019 Bab II pasal 5 dan Bab XI pasal 96 tentang perubahan atas UU No. 12/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

2. Menolak upaya sentralisasi kekuasaan melalui konsep Omnibus Law, UU Cipta Kerja yang mencederai semangat reformasi dan otonomi daerah.

3. Menolak penyederhanaan regulasi terkait perizinan Amdal dan aturan pertambangan yang mengancam kelestarian Sumber Daya Alam (SDA) jangka panjang serta mendesak untuk melaksanakan reforma agraria sejati.

4. Menjamin kehadiran negara dalam terciptanya ruang kerja yang aman, bebas diskriminatif dan dapat memenuhi hak maupun perlindungan terhadap buruh.

5. Menolak sentralisasi sistem pengupahan buruh, potensi maraknya tenaga kerja outsourcing, serta dikebirinya hak-hak buruh seperti cuti, jam kerja tidak jelas dan PHK sepihak.

6. Meminta DPRD bersama menyatakan sikap bersama mahasiswa mengenai penolakan terhadap pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja

7. Meminta DPRD Pasaman Barat untuk menyampaikan aspirasi dan mendesak kepada Presiden RI untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tentang pencabutan Undang-undang Cipta Kerja.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga