40 Warga Agam Positif Covid-19 Hari Ini

40 Warga Agam Positif Covid19 Hari Ini Ilustrasi (pixabay)

Covesia.com - Grafik kasus Covid-19 di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali melonjak tajam, Minggu (18/10/2020), sore tercatat sebanyak 40 warga dinyatakan positif Covid-19.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 Agam, Martias Wanto melalui Juru Bicara Kasman Zaini mengatakan, sesuai yang dirilis Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso, sore ini tercatat 40 kasus baru dengan kesembuhan hanya 2 orang pasien.

"Sempat melandai sepekan yang lalu namun 2 hari terakhir kembali naik, kemaren 30 kasua hari ini ada 40 kasus," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com.

Adapun warga yang terkonfirmasi Covid-19 meliputi, 3 orang dari Kecamatan Tanjung Mutiara, 4 oramg dari Lubuk Basung , 7 orang dari Tanjung Raya , 6 warga Ampek Nagari, 3 dariĀ  IV Koto, 4 dari Banuhampu, 3 oranag dari Sungai Pua, 3 warga IV Angkek, 4 dari Baso, 2 dari Kamang Magek dan terakhir 1 orang dari kecamatan Tilatang Kamang.

Sementara itu untuk pasien yang dinyatakan sembuh adalah 1 warga Kecamatan IV Angkek dan 1 dari Kamang Magek.

hingga hari ini tercatat total kasus Covid-19 sebanyak 934 Kasus, 574 pasien dinyatakan sembuh, 12 meninggal dunia dan selebihnya masih menjalankan perawatan.

Sementara itu, lanjut Matrias Wanto, Pemerintah Kabupaten Agam akan menerapkan sanksi bagi setiap pelanggaran Perda AKB, Selasa (20/10/2020) depan.

Operasi yustisi penindakan Perda AKB ini akan dilaksanakan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Agam, dengan sasaran utamanya adalah tempat-tempat umum dan tempat keramaian.

Selain itu, operasi juga akan dilakukan di dalam instansi dan perusahaan-perusahan yang ada di Kabupaten Agam, untuk melihat apakah telah menerapkan protokol kesehatan secara benar.

"Sesuai Perda, sasarannya adalah bagi perorangan dan pelaku kegiatan atau usaha yang tidak menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan. bagi yang kedapatan melanggar proses, maka akan langsung diberlakukan sanksi berupa teguran tertulis, dan sanksi sosial atau denda sebesar Rp100 ribu,"jelasnya.

(Jhn)

Berita Terkait

Baca Juga