Begini Kronologis Rebut Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 di Limapuluh Kota

Begini Kronologis Rebut Paksa Jenazah Pasien Positif Covid19 di Limapuluh Kota Ilustrasi pemakaman pasien dengan protap Covid-19 (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Limapuluh Kota, Fery Chofa menyebutkan persoalan rebut paksa jenazah positif Covid-19 di RS Achmad Darwis Suliki murni Miss Komunikasi. Sebelum jenazah dibawa pulang ke rumah duka di Nagari Sungai Naniang, Kecamatan Bukit Barisan, pihak keluarga tersinggung dengan ucapan salah seorang petugas medis RS Achmad Darwis.

"Kejadian ini intinya karena miss komunikasi. Pihak keluarga tersinggung dengan ucapan salah seorang petugas medis di rumah sakit. Karena marah, mereka membawa jenazah pulang ke rumah," sebut Fery kepada Covesia.com melalui seluler, Jumat (16/10/2020).

Dijelaskannya, awalnya pihak keluarga menerima penguburan jenazah dengan protap Covid-19. Karena dalam protap, penyelenggaraan jenazah positif Covid-19 harus dilakukan secepatnya, maka petugas rumah sakit menyarankan untuk dikuburkan juga pada Kamis (15/10/2020) malam. Namun, kondisi di sekitaran Kecamatan Suliki dan Bukit Barisan tengah hujan deras, hal tersebut tidak bisa disanggupi oleh keluarga. Apalagi, hari juga telah malam.

Kemudian, keluarga meminta agar penyelenggaraan jenazah dilakukan pagi esok. Pihak rumah sakit pun keberatan karena tidak ada tempat untuk jenazah positif Covid-19. 

Saat negosiasi ini, ada usulan dari petugas rumah sakit agar jenazah diletakkan saja sampai pagi di mobil ambulans. Ucapan ini yang memicu kemarahan pihak keluarga. 

"Saat negosiasi, ada petugas yang bilang letakkan saja jenazah sampai pagi di dalam ambulans karena tidak ada tempat di rumah sakit untuk jenazah positif Covid-19. Ini yang bikin keluarga marah. Seakan tidak dihargai pihak keluarga yang tengah dilanda duka," ucap Fery lagi.

Setelah itu, negosiasi menjadi buntu dan pihak keluarga tidak lagi mau berdialog dengan petugas rumah sakit. Sampai akhirnya jenazah dibawa pulang ke rumah duka di Sungai Naniang.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota, AKP Nofrizal Chan menyebutkan saat  dibawa ke rumah duka, jenazah sudah dalam peti dan dibalur sesuai dengan protap Covid-19.

"Saat dibawa, jenazah sudah dipulas dan didalam peti. Kemudian dibawa keluarga ke rumah duka," sebut Nofrizal.

Selama jenazah di rumah duka, pihak keluarga tidak ada membuka peti. Termasuk menguburkannya sesuai protap Covid-19.

"Pagi tadi Dinkes bersama jajaran kepolisian ke rumah duka. Kami lihat peti masih utuh. Tidak dibuka. Kemudian dikuburkan sesuai protap Covid-19," katanya. 

Sebelumnya, salah seorang warga Kenagarian Sungai Naniang, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota meninggal dunia setelah dinyatakan positif Covid-19, Jumat (15/10/2020) sekitar pukul 19.00 WIB. Warga ini berjenis kelamin laki-laki berusia 62 tahun.

Tak lama setelah meninggal dunia, pihak keluarga membawa jenazah ke rumah duka tanpa pengawalan petugas medis rumah sakit Achmad Darwis. 

(agg)

Berita Terkait

Baca Juga