Angka Kriminalitas di Pasaman Menurun Selama Masa Pandemi Covid-19

Angka Kriminalitas di Pasaman Menurun Selama Masa Pandemi Covid19 Kasat Reskrim, Polres Pasaman, AKP Lazuardi (Dok Covesia)

Covesia.com - Tindak kriminalitas yang terjadi di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat cenderung turun selama virus corona (Covid-19) mewabah di daerah itu.

Kapolres Pasaman, AKBP Dedi Nur Andriansyah melalui Kasat Reskrim, AKP Lazuardi membeberkan, kasus curanmor sepanjang Januari-September 2020 kemarin sebanyak 10 kasus. 

"Tindak kejahatan di Pasaman cenderung turun. Hingga akhir September 2020 kemarin, laporan kasus curanmor yang terjadi hanya sebanyak 10 kasus," jelas Kasat Reskrim AKP Lazuardi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (16/10/2020).

AKP Lazuardi menjelaskan, laporan masuk kasus curanmor sepanjang sembilan bulan itu mencapai 10 kasus. Terjadi penurunan, dibanding tahun 2019 lalu sebanyak 20 kasus curanmor. 

"Kasus curanmor 2020 dibanding tahun 2019 lalu jauh terjadi penurunanannya.  Ada sekitar 50 parsen penurunan kasus curanmor tersebut," ujarnya. 

Kata Kasat Reskrim, dari 10 laporan kasus curanmor tahun ini, 2 kasus diantaranya sudah selesai, barang bukti 0, tersangka 1 orang, dan 1 lagi sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pasaman (P21). Sedangkan sisanya masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. 

Dia menerangkan, dalam kurun satu tahun ini,  rata-rata kasus curanmor hampir menyebar diseluruh kecamatan se Pasaman.  Namun dalam catatan kepoliaian daerah yang paking rawan kasus curanmornya yaitu, daerah kecamatan Panti, Padang Gelugur, dan Rao.

Lazuardi mengungkapkan, keputusan masyarakat untuk tak banyak beraktivitas diluar rumah menjadi salah satu faktor penurunan tindak kejahatan.

"Mungkin itu salah satu faktor terjadinya penurunan (kriminalitas). Disamping itu jajaran kepolisian terus melakukan KRYD selama pandemi Covid-19, artinya ada positif dan negatif selama wabah ini," katanya.

Ia melanjutkan, kepolisian terus berupaya menciptakan kondisi masyarakat yang lebih tertib. 

"Kami juga menekankan agar masyarakat tetap waspada dan tak mudah terpengaruh dengan berita atau tawaran yang belum jelas kebenarannya," tutupnya.

(hri)


Berita Terkait

Baca Juga