PKM UNP - Penerapan Sistem Informasi Pendataan Warga Memantau Daerah Rawan Terjangkit Covid-19

PKM UNP  Penerapan Sistem Informasi Pendataan Warga Memantau Daerah Rawan Terjangkit Covid19 Sumber: istimewa

Covesia.com - Pandemi COVID-19 membuat pemerintah mengeluarkan aturan PP 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka percepatan penanganan COVID-19.

Berdasarkan peraturan tersebut, Pemerintah Kota Padang memperketat warga untuk tidak keluar rumah, terutama yang tidak berkepentingan, akan tetapi pemerintah tidak dapat melarang sepenuhnya warga untuk tidak keluar rumah dikarenakan pemerintah tidak bisa menjamin kebutuhan seluruh warganya. 

Suatu sistem pendataan warga sangat dibutuhkan oleh pemerintah lokal agar dapat mengontrol dan memonitor pergerakan warga dalam menghadapi pandemi COVID-19. 

Sistem pendataan warga dapat membantu ketua RW memiliki data warganya secara realtime, sehingga ketua RW dapat mengambil langkah-langkah cepat dalam menanggulangi penularan COVID-19. Semakin cepat data yang dihimpun oleh pemerintah, semakin cepat langkah-langkah yang dapat diambil oleh pemerintah terkait kondisi pandemi COVID-19.

Sekaitan hal tersebut, tim dosen Teknik Telekomunikasi, Pendidikan Teknik Informatika dan Pendidikan Teknik Elektronika, Fakultas Teknik Elektronika, Universitas Negeri Padang melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan judul "Penerapan Sistem Informasi Pendataan Warga Dalam Upaya Pemantauan Daerah Rawan Terjangkit Covid-19 di Kelurahan Batipuh Panjang Koto Tangah Padang."

Kegiatan yang ditujukan bagi masyarakat ini berlokasi di Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada Juni dan berakhir pada Oktober 2020.


Tim yang terdiri atas Delsina Faiza, S.T,. M.T (Ketua), Geovanne Farell, S.Pd., M.Pd.T (Anggota 1) dan Thamrin, S.Pd. M.T (Anggota 2), melibatkan mitra dari pihak Kelurahan, Ketua RW, RT dan warga Kelurahan Batipuh Panjang yang terkena dampak pandemi Covid-19. 

Ketua tim, Delsina Faiza, S.T,. M.T menyebutkan, kontribusi mitra adalah menyiapkan data warga, yang diperlukan untuk membangun sistem pendataan yang akan terapkan. Kontribusi lainnya adalah menyiapkan tenaga admin dan tempat pelatihan penggunaan aplikasi sistem pendataan warga yang akan diterapkan.

Delsina menjelaskan, dalam kegiatan pengabdian tersebut, tim menemukan beberapa permasalahan di pihak mitra, diantaranya; 

Sulitnya mengumpulkan data dan pergerakan keluar masuk warga warga secara realtime sehingga pihak RT, RW dan Kelurahan mengalami kesulitan dalam hal mentracking perjalanan warganya sebagai antisipasi penyebaran wabag Covid 19.

Warga belum familiar dan terbiasa dengan penggunaan dan pengoperasian sistem informasi pendataan warga beserta teknologinya.

"Dari permasalahan yang ditemukan, kami menawarkan sejumlah solusi, yakni, perlu diterapkan suatu sistem informasi pendataan warga yang dapat memonitor pergerakan keluar masuk warga agar ketua RT/RW setempat dapat memiliki data warga secara realtime," katanya.

Selain itu, katanya, tim mengadakan pelatihan kepada mitra, terutama kepada admin dan pengguna tentang penggunaan dan pengoperasian sistem pendataan warga yang akan diterapkan tersebut. 


Sementara itu, anggota 1, Geovanne Farell, S.Pd., M.Pd.T, menerangkan, menfaat dari kegiatan tersebut yakni mitra (ketua RT/RW dan kelurahan) dapat memonitor dan mendapatkan data warga secara realtime dan cepat sehingga pimpinan daerah setempat dapat mengorganisasikan warganya dengan baik dan mengambil kebijakan yang dapat mencegah penyebaran COVID-19.

"Mitra juga memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam hal penggunaan sistem informasi pendataan warga," tambahnya.

Anggota 2, Thamrin, S.Pd. M.T menambahkan, dalam pelatihan dan bimbingan kepada mitra diberikan materi berupa pengoperasian dan perawatan sistem informasi pendataan warga.

"Dalam tahap ini dilakukan pertama, penjelasan tentang pentingnya bagi ketua RT dan RW untuk mengetahui sistem pendataan warga dan mengaplikasikannya untuk kebutuhan dalam rangka memutus penyebaran COVID-19. Kedua, sesi pelatihan yang menitikberatkan pada kemampuan membuat bahan imbauan kepada warga untuk mengisi sistem pendataan warga," katanya.

Thamrin menambahkan, pemberian kemampuan ini dilakukan dengan teknik simulasi agar para warga dan ketua RT setempat dalam mendapatkan pengalaman langsung sekaligus pengayaan dari teman-temannya dan tim pelatih.

(adv)

Berita Terkait

Baca Juga