Advertorial Sumatera Barat

PKM UNP - Optimasi dan Pemanfaatan E-Commerce Bagi UKM di Sawahlunto di Masa Pandemi Covid-19

PKM UNP  Optimasi dan Pemanfaatan ECommerce Bagi UKM di Sawahlunto di Masa Pandemi Covid19 Sumber: istimewa

Covesia.com - Usaha Kecil Menangah (UKM) adalah salah satu tiang penggerak ekonomi masyarakat Indonesia. Berkembangnya UKM dapat membantu menaikan kemampuan ekonomi masyarakat sekitar. Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar kepada masyarakat, salah satu dampak terjadi pada sektor perekonomian. Hal ini membuat pelaku UKM memutar otak mencari cara agar produknya terjual. 

Kota Sawahlunto memiliki UKM yang tidak banyak diketahui masyarakat luas, tidak memiliki SDM yang mampu mengelola dan bersaing secara daring adalah alasan utama pelaku UKM Kota Sawahlunto tidak dapat bertahan di pasar digital. 

Produk yang dihasilkan ada banyak, seperti olahan makanan, olahan rotan, olahan perkebunan serta olahan karya pengrajin. Permasalahan ini membuat pelatihan optimasi dan pemanfaatan E-commerce sangat dibutuhkan masyarakat Kota Sawahlunto terutama pelaku UKM yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Menyikapi kondisi tersebut, tim dosen Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang, melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Kegiatan PKM berupa pelatihan E-Commerce diberi judul “Optimasi dan Pemanfaatan E-Commerce dalam Peningkatan Penjualan UKM pada Kota Sawahlunto yang Kena Dampak Bencana Pandemi Covid-19.”

Tim yang terdiri atas Thamrin, S.Pd., M.T (Ketua), dan Geovanne Farell, S.Pd., M.Pd.T (Anggota 1) memilih objek pengabdian kepada Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Sawahlunto. Kegiatan pengabdian ini dimulai pada Juli 2020 dan berakhir pada Oktober 2020.


Ketua tim, Thamrin, S.Pd., M.T mengatakan dalam kegiatan pengabdian tersebut, pelaku UKM yang terkena dampak pandemi Covid-19 dilatih menggunakan aplikasi E-Commerce guna memaksimalkan teknologi internet dalam menjual produk yang dihasilkan.

Thamrin mengatakan timnya menemukan sejumlah permasalah dari kegiatan yang digelar. Dia menyebutkan, pandemi Covid-19 membuat banyak pelaku usaha terkena imbas. 

"Salah satu efeknya adalah dilarangnya transaksi jual beli di tempat oleh pemerintah, jika pelaku usaha tidak memiliki jenis usaha kebutuhan pokok. Hal ini menyebabkan, para pelaku usaha banyak yang tidak dapat berjualan dengan baik seperti biasa. 

Oleh karena itu, katanya, tim PKM UNP berupaya memecahkan permasalahan, salah satunya memberikan pelatihan optimasi dan pemanfaatan E-commerce agar UKM yang terkena dampak Covid-19 dapat menjual produk secara daring. 

Dari kegiatan PKM tersebut, Thamrin mengatakan, tim berharap altivitas jual beli produk UKM dapat terus berlangsung meski transaksi secara langsung (di tempat) tidak dapat dilakukan. E-commerce adalah solusi terbaik mengatasi permasalahan tersebut. 

Anggota 1, Geovanne Farell, S.Pd., M.Pd.T, mengatakan, metode kegiatan pengabdian ini berupa pelatihan kepada pelaku UKM di Kota Sawahlunto. Setelah diberi pelatihan, katanya, pelaku UKM dibimbing untuk menerapkan hasil pelatihan dalam rangka memanfaatkan media E-Commerce aktivitas penjualan produk.

"Dalam tahap ini dilakukan, pertama, penjelasan tentang pentingnya bagi pelaku usaha untuk mengetahui media E-Commerce dan mengaplikasikannya untuk pembelajaran di dunia usaha. Kedua, sesi pelatihan yang menitikberatkan pada kemampuan membuat bahan pemasaran dan foto produk dengan menggunakan aplikasi E-Commerce," urainya.  

Dia menambahkan, pemberian kemampuan tersebut dilakukan dengan teknik simulasi, agar para pelaku usaha mendapatkan pengalaman langsung guna menunjang aktivitas penjualan produk dalam masa pandemi Covid-19 saat ini.

(adv)

Berita Terkait

Baca Juga