Di Istano Rajo Balun Solok Selatan, Fakhrizal Janji Hidupkan Anggaran LKAAM Sumbar

Di Istano Rajo Balun Solok Selatan Fakhrizal Janji Hidupkan Anggaran LKAAM Sumbar Hari kedua calon Gubernur Sumatera Barat, Irjen Pol (Purn) Fakhrizal kampanye di Kabupaten Solok Selatan, Selasa (13/10/2020)

Covesia.com - Hari kedua calon Gubernur Sumatera Barat, Irjen Pol (Purn) Fakhrizal kampanye di Kabupaten Solok Selatan, Selasa (13/10/2020). Ia menyempatkan waktu mengunjungi Istano Rajo Balun, Jorong Balun, Kenagarian Pakan Raba'a Kecamatan KPGD. 

Kunjungan ini langsung disambut oleh Tuanku Datuk Rajo Bagindo bersama masyarakat adat dari kaum Kampai. 

Temu ramah antara Fakhrizal dengan masyarakat adat ini lebih banyak membahas rencana menghidupkan kembali anggaran Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar yang terhenti sejak tahun 2013. Baginya, persoalan anggaran ini sungguh krusial. Mengingat pembinaan ninik mamak butuh anggaran agar bisa mengarahkan anak kemenakan kepada budi nan elok.

"Di kesempatan ini, ditengah-tengah masyarakat adat. Saya jelaskan bahwa program mambangkik batang tarandam yang saya rancang bersama Genius Umar. Didalamnya ada rencana menghidupkan lagi anggaran kepada LKAAM Sumbar," sebut Fakhrizal di Istano Rajo Balun.

Pengamatan Fakhrizal sewaktu 3 tahun menjadi Kapolda Sumbar, sejak anggaran LKAAM ditiadakan tahun 2013 hingga sekarang. Terjadi penurunan geliat generasi muda belajar adat. Alhasil, anak muda semakin kehilangan identitas keminangannya dan tidak tertarik terhadap budaya sendiri. Akhirnya, kenakalan remaja semakin meningkat di tanah Minang ini.

"Saat ada anak kemenakan yang nakal, pasti ninik mamak yang ditunjuk. Seakan tidak mengurus alias abai. Padahal, pemerintah selama ini juga abai terhadap ninik mamak. Jadi menghidupkan anggaran di LKAAM ini bentuk meminimalisir kenakalan remaja," sebut Fakhrizal.

Fakhrizal pernah memiliki pengalaman bagaimana mirisnya LKAAM tak lagi diberikan anggaran untuk menjalankan organisasi. Hal tersebut merembes ke Kerapatan Adat Nagari (KAN). Dimana untuk.membayar listrik atau pergi rapat, harus menjual hasil panen dulu. 

"Walaupun para niniak mamak tak diberi anggaran. Mereka tetap jalan. Tapi apa tidak kasihan mereka bisa bergerak harus jual hasil panen dulu. Untuk bayar listrik saja susah, apalagi beli kertas, bayar gaji staff atau ongkos ke kantor camat untuk pergi rapat," jelasnya.

Mendengar hal tersebut, Mantan Ketua KAN Nagari Pakan Raba'a, Kecamatan KPGD, Kabupaten Solok Selatan,Nasril Datuk Rajo Bintang merespon pernyataan Fakhrizal dengan positif. Baginya saat menjabat sebagai ketua KAN tanpa anggaran memang susah menggerakkan organisasi adat ini.

Pembinaan kepada niniak mamak menjadi lesu. Alhasil, anak dan kemenakan diserahkan kepada mamak masing-masing. 

"Anak dan kemenakan belajar dan dibina sendiri-sendiri lagi. Masih untuk kalau mamak nya punya pondasi adat dan agama yang kuat. Kalau tidak, jadinya abai," ucapnya.

Mengaktifkan kembali geliat LKAAM memang sangat diperlukan bagi Nasril. Pasalnya, saat ini banyak anak kemenakan yang memilih pola westernisasi dibandingkan pola adat.

"Jadi pak Fakhrizal. Jika bapak terpilih jadi Gubernur Sumbar tahun ini. Mohon anggarkan lagi dana untuk LKAAM. Kami masyarakat adat sudah sempoyongan berjalan tanpa anggaran. Semoga bapak terpilih jadi Gubernur," ucapnya.

Mendengar ucapan Nasril nan penuh lirih ini, Fakhrizal meyakinkan hati dan niat untuk bisa menepati janji ini. Tak hanya kepada masyarakat adat di Solok Selatan, tapi juga masyarakat adat Minang di seluruh dunia.

(Agg)

Berita Terkait

Baca Juga