Kunjungi Solok Selatan, Fakhrizal Bicara Akses Jalan

Kunjungi Solok Selatan Fakhrizal Bicara Akses Jalan - Calon Gubernur Sumatera Barat, Fakhrizal mengunjungi Kabupaten Solok Selatan, Senin (12/10/2020).

Covesia.com - Calon Gubernur Sumatera Barat, Fakhrizal mengunjungi Kabupaten Solok Selatan, Senin (12/10/2020). Kunjungan Irjen Pol (Purn) Fakhrizal ke kabupaten yang di kenal sebagai Saribu Rumah Gadang ini untuk melihat persoalan pelik yang tengah dirasakan oleh masyarakat. 

Selama perjalanan Padang - Solok Selatan, Fakhrizal mengamati kerusakan jalan sepanjang Alahan Panjang - Muaro Labuah. Kondisi jalan yang sejak dirinya menjadi Kapolda Sumbar 2017-2019 masih tetap sama. Tidak ada yang berubah signifikan.

"Jalan di sepanjang Alahan Panjang sampai Muaro Labuah masih seperti itu-itu juga. Masih banyak lubang dan rusak. Bahkan di beberapa titik ada yang terban sampai 50 persen. Masyarakat Solok Selatan yang ingin ke Padang atau sebaliknya, pasti mengeluh soal kondisi jalan seperti ini," sebut Fakhrizal kepada Covesia.com di Muaro Labuah. 

Selain jalan yang rusak, ruas jalan yang masih sempit juga jadi catatan bagi Fakhrizal. Sebagai jalan nasional yang dilalui puluhan ribu kendaraan setiap hari, sangat tidak ideal hanya lebar 3-4 meter. 

"Arus mobilisasi kendaraan di jalan ini sudah ramai. Idealnya, jalan dari Lubuk Selasih Hingga Muaro Labuah minimal 8-10 meter. Apalagi topografi yang melintasi bukit, sangat rentan kendaraan masuk jurang. Dalam tahun ini saja, sudah ada tiga kendaraan yang masuk jurang di sepanjang jalur ini. Sangat miris jika tidak diberi perhatian khusus," sebut mantan Kapolda Sumbar ini.

Selain itu, Fakhrizal juga melirik akses jalan Muaro Labuah - Kambang (Pesisir Selatan) dan Padang Aro ke Sungai Rumbai (Dharmasraya). 

Untuk jalan Muaro Labuah - Kambang, akses jalan hanya bisa dilalui oleh kendaraan trail roda dua. Sedangkan jalan Padang Aro - Sungai Rumbai sudah bisa di lalui kendaraan roda empat. 

"Jalan Padang Aro - Sungai Rumbai, perlu perhatian khusus lagi. Walaupun sudah bisa diakses oleh roda empat, tetapi masih banyak perbaikan agar mobilisasi masyarakat bisa lancar tanpa hambatan," sebutnya.

Sedangkan jalur Muaro Labuah - Kambang, hanya terkendala persoalan hutan lindung di Taman Nasional Kerinci Sebelah (TNKS). Padahal jalur, peta dan rencana pembangunan jalan ini sudah ada.

"Yang perlu untuk akses jalan ini adalah izin untuk membelah TNKS. Kalau sudah dapat izin, otomatis negara akan menganggarkan pembangunan jalan ini," kata Fakhrizal.

Untuk mendapatkan izin ini, Fakhrizal sudah mempelajari dasar aturan dan mempelajari konsep lingkungan untuk membuka jalan Muaro Labuah - Kambang ini.

"Sudah saya pelajari dan kaji semua aspek. Baik dari izin, aturan, hukum, lobby ke pusat sampai lingkungan sudah dipelajari. Tinggal bagaimana saya bisa mendapatkan power untuk mengurus ini," sebut Fakhrizal.

Pengurusan dan eksekusi pembenahan jalan ini, bagi Fakhrizal berada pada keseriusan seorang Gubernur. Pasalnya, negara sudah menyediakan cara dan aturan bagi setiap daerah untuk bisa berkembang dan maju. 

"Saya jadi Kapolda lima tahun. Dua tahun di Kalimantan Tengah dan tuga tahun di Sumbar. Tahu betul saya bagaimana perkembangan daerah itu ada pada keseriusan Gubernurnya. Jika Gubernurnya lalai, maka lalai pula daerahnya," ucapnya.

Dengan merasa perlu pembenahan di sektor infrastruktur ini, Fakhrizal ingin membuka mata masyarakat Sumbar agar tidak salah memilih Gubernur pada periode 2021-2024 ini.

"Insya Allah jika saya terpilih jadi Gubernur Sumbar, jalan penghubung Solok Selatan dengan Pesisir Selatan dan Dharmasraya akan dibenahi. Termasuk memperbaiki jalan Lubuk Selasih - Muaro Labuah," ucapnya.

(Agg)

Berita Terkait

Baca Juga