Pagi Ini Satu Pasien Positif di Pasaman Meninggal Dunia

Pagi Ini Satu Pasien Positif di Pasaman Meninggal Dunia Foto Juru bicara, Williyam Hutabarat (Dok Covesia)

Covesia.com -  Satuan tugas penanganan Virus Corona (Covid-19) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat mengatakan bahwa satu orang pasien Positif didaerah itu meninggal dunia hari ini.

Bupati Pasaman, Yusuf Lubis melalui juru bicara, Williyam Hutabarat mengatakan pasien positif tersebut diketahui berinisial Tuan ZM (57) warga Jl.Prof.DR.Hamka, Jorong Kampung Lua, Nagari Durian Tinggi, Lubuk Sikaping.

"Pasien meninggal dunia saat tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Lubuk Sikaping sekitar pukul 22.10 WIB, Sabtu (10/10/2020) tadi malam," terang juru bicara, Williyam Hutabarat kepada Covesia.com, Minggu (11/10/2020) pagi ini.

Williyam Hutabarat mengatakan pasien diketahui memiliki riwayat perjalanan pulang dari Bukittinggi pada hari Jum’at tanggal 2 Oktober 2020 kemarin.

"Pasien masuk IGD RSUD Lubuk Sikaping sekitar pukul 19.30 WIB pada hari Jumat tanggal 9 Oktober 2020 kemarin dengan Keluhan pasien demam, batuk, sesak nafas dan penurunan penciuman. Hasil pemeriksaan tekanan darah 164/96 mmHg, nadi 100x/menit, pernafasan 28x/menit suhu 38,30C. Dilakukan konsultasi oleh Dokter Jaga IGD ke DPJP," katanya.

Pasien kata diabdilakukan pemeriksaan penunjang dengan hasil Pemeriksaan Laboratorium = IgG (-) IgM (-), Hasil Rongten = gambaran bronchopneumonia.

"Dokter jaga IGD menjelaskan tentang hasil pemeriksaan dan pasien dianjurkan rawat diruang rawatan isolasi RSUD Lubuk Sikaping. Keluarga menyetujui dengan menandatangani surat persetujuan keluarga pasien," katanya.

Pasien sebelumnya kata dia sudah berobat ke IGD hari selasa tanggal 6 Oktober pukul 10.00 WIB dengan status rawat jalan dan dilakukan pemeriksaan swab pertama. 

"Pasien masuk ke ruang rawat inap isolasi hari Jum’at tanggal 9 Oktober 2020 jam 22.30 WIB. Kemudian pada Tanggal 9 Oktober 2020 itu juga hasil tes swab keluar dari Laboratorium FK Unand Padang dengan konfirmasi positif," katanya.

Selanjutnya pada hari Sabtu tanggal 10 Oktober 2020 pukul 18.00 WIB, sesak pasien meningkat dan pasien gelisah.

"Tepat pada pukul 21.45 WIB tadi malam, pasien henti nafas dan dilakukan pemeriksaan nadi tidak teraba, tekanan darah tidak terukur, pernafasan spontan tidak ada, saturasi oksigen (-), dan gambaran EKG flat. Kemudian sekitar pukul 22.10 WIB pasien dinyatakan meninggal dunia oleh dr. Radilla dihadapan petugas dan keluarganya," terangnya.

Saat sekarang ini kata dia kondisi pasien masih diruang mayat menunggu tim pemusalaran jenazah.

"Jenazah pasien akan dimakamkan dengan standar Covid-19 di Pandam Pekuburan yang berlokasi di Tikalak, Kenagarian Pauh, Kecamatan Lubuk Sikaping, Pasaman oleh petugas pemakaman Covid-19 RSUD Lubuk Sikaping," katanya.

Tim Dinas Kesehatan sedang turun kelapangan guna mentracking warga masyarakat yang berkontak erat dengan pasien untuk dilakukan pemeriksaan swabnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk mensukseskan dan menerapkan Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru yang sudah diberlakukan pada tanggal (9/10/2020) kemarin.

"Dengan disiplin menjaga jarak dalam berkomunikasi, rajin mencuci tangan dan memakai masker didalam menjalankan aktifitas diluar rumah, guna memutus rantai penyebaran wabah covid 19," katanya.

Sementara jumlah masyarakat Pasaman yang sudah terkonfirmaksi positif covid-19 hingga saat ini menjadi 47 orang.

"Adapun rinciannya, 4 orang meninggal dunia, 15 orang positif sembuh, 6 orang positif dirawat di ruang isolasi RSUD Lubuk Sikaping, dan 22 orang positif isolasi mandiri dirumahnya masing-masing," tutupnya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga