Masuki Tahap Kampanye, Bawaslu Kota Pariaman Tertibkan APK yang Langgar Aturan

Masuki Tahap Kampanye Bawaslu Kota Pariaman Tertibkan APK yang Langgar Aturan Penertiban APK di Kota Pariaman, Sabtu (10/10/2020) (Foto: Peri)

Covesia.com - Karena telah memasuki tahapan kampanye, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) milik pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

"Penertiban itu kami lakukan terhadap APK yang melanggar aturan, serta desain dipasang tidak sesuai dengan zona yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU)," sebut Ketua Bawaslu Kota Pariaman, Riswan pada Sabtu (10/10/2020) usai penertiban tersebut. 

Lanjut Riswan, sebelum dilakukan penertiban itu pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan partai pengusung para calon tersebut. 

"Sebenarnya kami sudah mengimbau dan juga sudah mengirim surat kepada partai pengusung agar menertibkan sendiri APK tersebut," jelasnya. 

Kemudian kata Riswan, penertiban sekarang ini sudah menjadi kesepakatan pihaknya dengan partai pengusung melalui rapat kordinasi beberapa hari sebelumnya, terkait membicarakan alat peraga kampanye (APK), yang tidak sesuai aturan. 

"Namun saat ini tidak banyak APK yang kami tertibkan, karena sebelumnya para pendukung dari masing-masing calon tersebut telah menertibkan secara mandiri," ungkapnya. 

Riswan menyebutkan, dalam penertiban tersebut pihaknya berkoordinasi dengan pihak Pemerintahan Kota (Pemkot) Pariaman, yakni satpol PP. Kemudian juga dengan aparat TNI serta Polisi setempat.

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin mengatakan, pihaknya mendukung serta menfasilitasi Bawaslu Kota Pariaman dalam penertiban tersebut. 

"Penertiban APK ini dilkukan oleh bawaslu secara keseluruhan tanpa harus memandang siapa calonnya, sepanjang tidak mematuhi aturan KPU maka akan ditertibkan," ucapnya. 

Dikatakan Mardison, penertibkan ini sisa dari APK yang belum dibersihkan oleh partai politik, makanya ditertibkan oleh Bawaslu dengan dibantu oleh Satpol PP, TNI dan Polisi.

Tujuannya agar pemilihan kepala daerah ini berjalan lancar dan aman, sehingga terjadinya pemilu badunsanak di Kota Pariaman. 

(pri/nod)

Berita Terkait

Baca Juga