Mulai Besok, Pemkot Pariaman Perbolehkan Warganya Lakukan Hajatan

Mulai Besok Pemkot Pariaman Perbolehkan Warganya Lakukan Hajatan Plt Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin.

Covesia.com - Mulai besok, Sabtu (10/10/2020), Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) kembali memperbolehkan warganya menyelenggarakan hajatan dan kegiatan sosial budaya lainnya.

"Itu terhitung mulai dari 10 Oktober 2020 besok," sebut Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin. 

Pihaknya membuat protap tersebut melalui Instruksi Walikota nomor 3311/158 tahun 2020 untuk pelaksanaan sosial budaya di Kota Pariaman. Tapi setiap pelaksanaannya harus menerapkan protokol kesehatan.

"Kegiatan sosial budaya yang dimaksud yaitu mulai dari seni budaya, upacara adat, pernikahan, pesta pernikahan, pemakaman, dan takziah serta kegiatan lainnya yang mendatangkan banyak orang," ungkapnya. 

Namun untuk kegiatan seni budaya, upacara adat, dan pesta pernikahan dapat dilaksanakan setelah mendapatkan izin keramaian dari kepolisian berdasarkan rekomendasi dari Satuan Tugas Covid-19 Kota Pariaman yang pengurusan izinnya selambat-lambatnya empat hari sebelum hari pelaksanaan.

Mardison menyebutkan, protokol kesehatan tersebut mulai dari penyemprotan disinfektan sebelum kegiatan, menyediakan tempat cuci tangan, pengecekan suhu tubuh, menjaga jarak dan memasang imbauan menjaga jarak, waktu pelaksanaan hingga pukul 18.00 WIB dan melibatkan perangkat desa.

"Kegiatan tersebut hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau, kuning, dan orange sedangkan penyelenggaran kegiatan di zona merah dilarang," ucapnya. 

Dikatakan Mardison, bagi pihak yang menyelenggarakan kegiatan tanpa mengikuti aturan tersebut, maka akan mendapatkan sanksi berupa pembubaran kegiatan dan denda administrasi Rp500 ribu.

Mardison mengatakan, instruksi tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Walikota (Perwako) Nomor 48 tahun 2020 serta Peraturan Daerah Sumbar nomor 06 tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Untuk itu, Mardison mengimbau agar warga untuk menaati aturan tersebut dan kegiatan tetap bisa dilaksanakan, serta penyebaran Covid-19 di Kota Pariaman dapat ditekan.

"Semua yang diterapkan ini merupakan mewujudkan keinginan warga yang meminta kegiatan tidak terhalang karena Covid-19. Namun kami menekankan agar kegiatan tersebut disesuaikan dengan protokol Covid-19," jelasnya. 

(pri)

Berita Terkait

Baca Juga