Selama Unjuk Rasa Penolakan UU Cipta Kerja di Padang, Polisi Amankan 84 Orang Perusuh

Selama Unjuk Rasa Penolakan UU Cipta Kerja di Padang Polisi Amankan 84 Orang Perusuh Tampak seorang perusuh saat aksi unjuk rasa tolak UU Omnibus Law, di depan gedung DPRD Sumbar, Kamis (8/10/2020)(Foto: Covesia/ Angga)

Covesia.com - Unjuk rasa Mahasiswa menolak UU Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020) Di Gedung DPRD Sumbar diwarnai kericuhan. Sebanyak 84 perusuh diamankan pihak kepolisian.

Seluruh perusuh yang diamankan tersebut tidak ada satupun dari mahasiswa. Mayoritas berasal dari pelajar SMK di luar Kota Padang. 

"Ada 84 perusuh yang kami amankan. Mereka merusuh saat mahasiswa menyampaikan aspirasi di depan gedung DPRD Sumbar," sebut Kapolresta Padang, AKBP Imran Amir kepada Covesia.com sesuai aksi demontrasi Kamis malam.

Perusuh yang diamankan berasal dari pelajar SMK, pengangguran, anak jalanan dan residivis asimilasi. Selain itu, petugas juga mengamankan senjata tajam yang digunakan perusuh saat kericuhan.

"Dari mahasiswa tidak ada. Mereka Pelajar SMK dari Kota Padang dan Luar Kota Padang. Ada dari Kota Pariaman dan Padang Pariaman. Kemudian anak jalanan dan pengangguran. Termasuk residivis asimilasi sebanyak 3 orang. Totalnya semua ada 84 perusuh," sebut Kapolres. 

Untuk pelajar SMK, orang tua dan pihak sekolah akan dipanggil polisi untuk pembinaan. Sedangkan yang residivis akan dilihat track record kasus dan proses hukumnya.

"Untuk pelajar, orang tua dan sekolah pasti kami panggil untuk pembinaan. Untuk residivis, kami lihat track recordnya. Residivis ini semuanya terlibat curanmor. Jadi kami lihat dulu laporan curanmor dan apabila ada yang mengarah kepada mereka. Langsung kami proses," sebutnya.

Dalam aksi unjuk rasa mahasiswa di Gedung DPRD Sumbar, tercatat sebanyak tiga kali polisi terlibat bentrokan dengan perusuh. Dua kali diantara tugu adipura - jembatan Basko Mall dan satu kali jalan khatib Sulaiman yang mengarah ke Simpang Presiden.

Ditambahkan Kapolres, selama unjuk rasa berlangsung. Kondisi dari mahasiswa cenderung kondusif dan tertib. Hanya saja, aksi ini disusupi perusuh untuk memecah konsentrasi mahasiswa. 

"Saya apresiasi unjuk rasa dari mahasiswa. Mereka tertib dan punya tujuan jelas. Bahkan sampai batas waktu izin unjuk rasa, tetap tertib. Kemudian bubar dengan teratur," ucap Kapolres.

(agg)

Berita Terkait

Baca Juga