Tenaga Pengamanan Objek Wisata Bukittinggi Diberikan Pemahaman Perda AKB

Tenaga Pengamanan Objek Wisata Bukittinggi Diberikan Pemahaman Perda AKB Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) kepada tenaga pengamanan.
Covesia.com - Puluhan tenaga pengamanan yang bertugas di objek wisata Kota Bukittinggi diberikan pembekalan melalui sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Sosialisasi itu digelar seiring bakal diterapkannya Perda AKB pada 10 Oktober mendatang. 

Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Parpora) Bukittinggi Supadria mengatakan bahwa Perda tersebut di samping mengatur orang perorangan juga mengatur bagi penanggungjawab kegiatan atau usaha pada aspek keagamaan, sosial budaya, ekonomi dan penyelenggaraan pemerintah daerah.  

"Dalam apel rutin yang diselenggarakan,  kita memberikan pemahaman kepada tenaga pengamanan agar memahami Perda  Provinsi Sumatera Barat Nomor : 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Pencegahan dan Pengendalian Covid-19," kata Supadria, Rabu (7/10/2020). 

Dalam apel gabungan rutin bulanan yang diikuti oleh 35 orang petugas pengamanan objek wisata tersebut, Supadria mengatakan bahwa penerapan Perda AKB yang efektf akan diberlakukan mulai 10 Oktober 2020 tersebut ditujukan dalam rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

“Perda AKB ini lahir adalah untuk untuk melindungi masyarakat dari Covid-19 atau factor resiko kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat serta memberikan kepastian hukum pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian corona virus disease-19 bagi aparatur pemerintah daerah, pemerintah kabupaten / kota, penanggungjawab kegiatan/usaha dan masyarakat, “jelasnya.

Keterkaitan dengan kepariwisataan Supadria mengatakan, apabila setiap penanggungjawab kegiatan / usaha melanggar kewajiban penerapan perilaku disiplin protokol kesehatan dalam melaksanakan kegiatan usahanya dapat dikenakan sanksi administrative berupa teguran lisan sampai kepada pencabutan izin dan sanksi pidana kurungan atau denda.

“Untuk itu kepada petugas harus berhati – hati, mulai dari pintu masuk security sudah mulai mengingatkan kepada pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan. petugas harus menjadi contoh bagi pengunjung, tidak ada yang tidak memakai masker. Mari kita kawal bersama objek wisata ini agar tidak ditutup, karena apabila ditutup resikonya tidak akan ada pemasukan untuk daerah, mari kita terapkan janji dan prinsip sebagai sebagai petugas pengamanan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Supadria juga mengevaluasi daripada pelaksanaan tugas pengamanan yang selama ini sudah dianggap cukup baik, namun selalu diingatkan agar senantiasa menjaga kewaspadaan.

“Objek wisata TMSBK dan Taman Panorama merupakan objek wisata yang spesifik yang berbeda dengan objek wisata lainnya, sama – sama mempunyai tingkat kerawanan yang sangat tinggi, untuk itu tugas security menjaga keamanan dan keselamatan pengunjung selama berada di objek wisata,” imbuhnya. 

(deb)


Berita Terkait

Baca Juga