Rencana Aksi Demo Tolak Omnibus Law di Padang, Polisi: Jangan Sampai Ada Kerusakan

Rencana Aksi Demo Tolak Omnibus Law di Padang Polisi Jangan Sampai Ada Kerusakan Ratusan personel Kepolisian saat diberikan pengarahan oleh Kapolresta Padang di depan gedung DPRD Sumbar, Rabu (7/10/2020)(Foto: Laila)

Covesia.com - Omnibus Law atau RUU Cipta Kerja telah ditetapkan menjadi undang-undang oleh DPR RI dua hari yang lalu. Menyikapi hal tersebut sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam BEM dan KAMMI akan mengelar aksi di DPRD Sumbar siang jam 13.00 Wib, Rabu.

"Kita di sini untuk pengamanan aksi unjuk rasa dari BEM dan KAMMI menyangkut pengesahan UU Cipta Kerja yang disahkan DPR RI dua hari lalu. Bagaimana kita menjaga keamanan di aksi ini. Jangan sampai ada kerusakan," ungkap Kapolresta Padang, AKBP Imran Amir saat pengarahan ke personel, Rabu (7/10/2020).

Dari pantauan Covesia.com di lapangan setidaknya ada ratusan aparat kepolisian akan mengamankan aksi ini. 

Tugas polri adalah menjaga keamanan dan mereka menyampaikan aspirasi. "Kita melakukan pengamanan sesuai aturan yang digariskan undang-undang," jelasnya. 

Saat ini Kota Padang berada di zona merah Covid-19. "Jaga kesehatan, gunakan masker, karena situasi saat ini memaksa kita harus melakukan pengamanan," tambahnya. 

Kegiatan aksi tersebut direncanakan pada pukul 13.00 sete Wib, setelah sholat zuhur. Semoga aksi ini sesuai aturan. "Kita berkumpul di sini jangan sampai penyebaran virus Covid-19, penting sekali untuk menjaga diri dan kesehatan," imbuh Imran. 

"Kemudian jangan sampai ada kerusakan. Tetap semangat dan diberikan perlindungan dalam bertugas. Tidak ada warung atau gerobak demi protokol Covid-19. Pemutus rantai agar tidak jadi korban. Kita utamakan masyarakat tidak ada menjadi korban," tukasnya. 

(ila/don)

Berita Terkait

Baca Juga