Hingga Oktober, Polres Pasaman Berhasil Gagalkan Peredaran 451 Kilogram Ganja

Hingga Oktober Polres Pasaman Berhasil Gagalkan Peredaran 451 Kilogram Ganja Penangkapan ratusan paket besar Ganja oleh Polres Pasaman beberapa waktu lalu (Dok Covesia)

Covesia.com - Jajaran Kepolisian Resor melalui Satuan Reserse Narkoba Polres Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat berhasil mengungkap 28 kasus penyalahgunaan Narkotika dalam kurun waktu sepuluh bulan terhitung sejak Januari hingga awal Oktober 2020 ini.

Ini membuktikan kabupaten Pasaman merupakan daerah strategis tempat perlintasan masuknya Narkoba, baik itu dari daerah provinsi Sumatera Utara maupun Provinsi Aceh.

“Hingga awal Oktober 2020 ini, kami telah memproses 23 kasus yang telah dilimpahkan ke kejaksaan negeri Pasaman dengan 36 tersangka pengedar dan pemakai narkotika di wilayah hukum Polres Pasaman. Keseluruhan kasus narkoba yang berhasil di ungkap sepanjang Januari hingga September 2020 ada 28 kasus dengan 44 orang tersangka,” terang Kapolres Pasaman, AKBP Dedi Nur Andriansyah kepada Covesia.com, Selasa (6/10/2020).

AKBP Dedi Nur Andriansyah menjelaskan, dari 28 kasus itu, 18 kasus diantaranya merupakan kasus peredaran ganja, serta 10 kasus peredaran sabu-sabu.

“Kasus yang ditangani selama sembilan bulan kemarin kebanyakan adalah kasus penyalahgunaan narkotika jenis ganja,” terangnya.

Adapun total barang bukti narkotika jenis ganja yang berhasil diamankan sebanyak 451.451,76 gram (451 kilogram) lebih. Sedangkan, barang bukti Sabu yang berhasil diamankan sebanyak 1.069,44 gram.

"Semuanya berasal dari Sumatera Utara dan Provinsi Aceh yang dibawa oleh melalui transportasi darat, baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat," katanya.

Sementara itu, kata dia, 2 kasus lagi masih dalam tahap penyidikan, 3 kasus dalam tahap pertama atau pelimpahan berkas, sedangkan 23 kasus lainnya telah mencapai tahap II atau penyerahan tersangka ke Kejaksaan Negeri Pasaman.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Pasaman khususnya generasi muda untuk tidak mencoba-coba barang haram itu.

"Sebab berdampak pada rusaknya mental dan masa depan diri sendiri, terlebih dampak psikologis yang dialami oleh keluarga yang mengkonsumsinya. Mari kita nyatakan perang terhadap Narkotika,” tutupnya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga