Tim Gabungan Bawaslu Pasaman Tertibkan 1.285 APK Ilegal

Tim Gabungan Bawaslu Pasaman Tertibkan 1285 APK Ilegal Penertiban APK Ilegal di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Lubuk Sikaping, Selasa (6/10/2020).

Covesia.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat bersama tim gabungan sudah menertibkan sebanyak 1.285 Alat Peraga Kampaye (APK) baik bakal calon bupati dan bacalon wakil bupati, maupun paslon bupati dan wakil bupati yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di 12 kecamatan di daerah itu.

Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga Bawaslu Pasaman, Mesrawati mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama stakholder dan Paslon terkait PKPU Nomor 4 tahun 2017 di rubah dengan PKPU Nomor 11 tahun 2020, tentang Kampanye Pemilihan Gubernur-wakil Gubernur, Pemilihan Bupati - Wakil bupati, dan pemilihan Walikota dan Wakil walikota.

"Operasi penertiban dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Pasaman atas rekomendasi dari Bawaslu dan didampingi oleh Bawaslu, KPU, Polri, TNI, Kejaksaan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Pengawas Kecamatan," terang Mesrawati kepada Covesia.com, Selasa (6/10/2020).

Kata Mesrawati, operasi penertipan APK ini dilakukan, mengingat sejak 26 September 2020 lalu sudah memasuki masa kampanye.

"APK ilegal itu merupakan yang pernah dipasang oleh tim sukses bakal calon bupati -bacalon wakil bupati, maupun paslon bupati-wakil bupati Pasaman. karena belum memuat nomor urut dan gambar partai pengusung sesuai desain KPU," imbuhnya.

Pihaknya menambahkan, ke depan APK paslon akan difasilitasi oleh KPU. Timses dapat menggandakan jumlahnya. Kemudian, tempat pemasangan juga sudah diatur dalam peraturan KPU.

"APK yang boleh dipasang oleh calon atau Tim pemenangan ditahapan kampanye ini adalah APK yang difasilitasi oleh KPU, serta APK tambahan yang dicetak oleh Paslon itu sendiri dan didaftarkan disainsnya ke KPU serta di pasang di zona - zona yang telah ditetapkan oleh KPU," katanya.

Dengan telah ditertibkannya APK yang belum resmi sesuai yang diatur dalam PKPU Nomor 11 tahun 2020, maka Mesrawati berharap kepada Paslon dan Tim pemenangan agar memasang APK yang telah difasilitasi oleh KPU, serta APK tambahan yang dicetak oleh Paslon itu sendiri. Begitu juga dengan pemasangannya harus sesuai zona yang telah ditentukan.

"Jika nanti kita masih menemukan adanya APK yang tidak dipasang di zona yang telah ditentukan, maka Bawaslu Pasaman akan memberikan himbauan secara tertulis kepada Paslon dan Tim Pemenangan agar APK tersebut dipindahkan sesuai zona yang sudah ditentukan," tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Satpol PP Pasaman, Aan Afrinaldi menambahkan, dalam penertiban ribuan APK oleh Bawaslu bersama Tim Gabungan Kabupaten kemarin melibatkan 44 orang personil meliputi, dari pihak Polri sebanyak 9 orang, TNI 9 orang, Kejaksaan 3 orang, Pol PP 15 orang, KPU 3 orang, Kesbang Pol 3 orang, dan Bawaslu 3 orang.

Dalam Tim Gabungan Kabupaten kemari, dibagi menjadi tiga Tim yakni, Tim I dengan lokasi operasi Kecamatan Lubuksikaping - Bonjol, Tim II Kecamatan Panti dan Padang Gelugur, dan Tim III Kecamatan Rao dan Rao Selatan.

"Untuk kecamatan Simpati, Tigonagari, Duo Koto, Mapattunggul, Mapattunggul Selatan dan Rao Utara penertiban APK nya dilakukan oleh Panwas Kecamatan bersama unsur forkopimca lainnya. Jadi, khusus untuk yang 6 kecamatan ini, penertiban APK tersebut diserahkan ke Panwas Kecamatan bersama unsur Forkopimcanya masing-masing," kata Aan. 

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga