20 Kasus Covid-19 di Agam Hari Ini, 16 Pasien Juga Dikabarkan Sembuh

20 Kasus Covid19 di Agam Hari Ini 16 Pasien Juga Dikabarkan Sembuh Ilustrasi (Ist)

Covesia.com - Sebanyak 20 warga Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terkonfirmasi positif Covid-19 hari ini, Senin (5/10/2020).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 Agam, Martias Wanto didampingi Juru Bicara Khasman Zaini mengatakan, sesuai hasil pemeriksaan Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso sebanyak 20 orang warga Agam Terkonfirmasi Covid-19 dan 16 orang pasien yang menjalani perawatan dinyatakan sembuh.

Adapun rincian 20 kasus baru tersebut terdiri dari, 1 orang dari Tanjung Mutiara, 3 orang dari Lubuk Basung, 1 orang dari Kecamatan Banuhampu, 8 orang dari Ampek Angkek, 3 orang dari Kamang Magek dan terakhir 4 orang dari Kecamatan Tilatang Kamang.

"Sementara itu 16 pasien yang dinyatakan sembuh meliputi 5 orang asal Lubuk Basung, 11 orang dari Banuhampu, ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com.

Dengan demikian saat ini tercatat sebanyak 745 Kasus Covid-19 di Agam, 408 diantaranya dinyatakan sembuh, 10 meninggal dunia dan selebihnya masih menjalankan perawatan.

Sementara itu untuk menekan angka penyebaran virus, Pemda Agam akan menerapkan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (ABK) dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 yaitunya Perda nomor 6 tahun 2020. Untuk tahap awal pihaknya akan melakukan sosialsisasi hingga satu minggu ke depan.

"Perda akan disosialisasikan kepada masyarakat, agar tidak ada terjadi pelanggaran ketika Perda diberlakukan. Dimana dalam Perda ini masyarakat diminta untuk disiplin protokol kesehatan, terutama masalah penggunaan masker," jelasnya.

Menurutnya, Perda nomor 6 tahun 2020 berlaku setiap daerah di Sumatera Barat, sehingga dapat diberlakukan secara utuh tanpa perlu diturunkan perda Kabupaten Agam atau perbup.

“Kita di Agam sudah siap untuk menerapkan Perda ini, tinggal lagi bagaimana kesiapan masyarakat dalam menerimanya. Tentu ini perlu disosialisasikan terlebih dahulu,” katanya lagi.

(jhn)


Berita Terkait

Baca Juga