Kepala SMAN 4 Kota Pariaman: Ada Beberapa Kesulitan dalam PBM Daring

Kepala SMAN 4 Kota Pariaman Ada Beberapa Kesulitan dalam PBM Daring Kepala SMAN 4 Kota Pariaman, Desi Susanti.

Covesia.com - Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Desi Susanti menyebutkan, selama proses belajar mengajar (PBM) secara dalam jaringan (daring) ada beberapa kesulitan yang dialami pihaknya.

"Seperti masih ada siswa yang tidak punya handphone, rendahnya motivasi siswa untuk belajar secara daring dan karena belum terbiasanya siswa dengan daring," sebut Kepala SMAN 4 Kota Pariaman, Desi Susanti saat dihubungi covesia.com pada Rabu (30/9/2020).

Namun kata Desi, untuk mengatasi itu semua pihaknya melakukan berbagai cara agar PBM tetap berjalan di SMAN 4 Kota Pariaman. 

"Guru-guru berusaha mengisi konten dengan video pembelajaran yang menarik, sehingga siswa betah dan termotivasi untuk belajar," katanya.

Sedang bagi siswa yang tidak punya handphone, kata Desi pihaknya memfasilitasi PBM secara luar jaring (luring). 

"Bagi siswa yang tidak punya handphone agar menjemput dan mengantar tugasnya ke sekolah, tapi itu dengan portokol Covid-19," katanya. 

Desi mengatakan, siswa yang tidak memiliki handphone di sekolahnya rata-rata tiap kelas ada 7 hingga 8 orang siswa.

"Kalau dikumpul lebih dari 100 orang yang tidak bisa belajar secara daring. Tapi Alhamdulillah waktu ujian tengah semester kemaren bisa di ikuti oleh 672 orang siswa. Hanya sekitar 62 orang siswa lagi yang akan tindak lanjuti biar mereka bisa melakukan ujian tengah semester," ungkapnya. 

Menurut Desi, kenapa hal demikian terjadi, mungkin dalam pelaksanaan ujian itu siswa bisa memfaatkan wifi gratis yang ada di desa. Inisiatif desa ini sangat membantu, sehingga jumlah siswa yang mengikuti ujian lebih banyak dari pada PBM.

"Semoga nanti adanya paket data dari Kemdibud PBM daring lebih lancar lagi. Walau di lapangan saat ini belum semua anak yang terdata di dapodik sudah didaftarkan no handphonenya menerima paket," jelasnya. 

Desi berharap, pembelajaran daring ini bisa menjadi pembiasaan dan kebutuhan oleh guru dan siswa, sehingga dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa. 

"Sebab kita tidak tahu kapan pendemi  Covid-19 ini akan berakhir," ujarnya.

(hms.sumbar/pri)

Berita Terkait

Baca Juga