Dikendalikan dari Dalam Lapas, BNNP Sumbar Ungkap Peredaran 53 Kilogram Ganja

Dikendalikan dari Dalam Lapas BNNP Sumbar Ungkap Peredaran 53 Kilogram Ganja Ungkap kasus penangkapan tersangka pengedar Narkoba oleh BNNP Sumbar, Selasa (29/9/2020)(Foto: Covesia/ Primadoni)

Covesia.com - Sekitar 53 Kilogram peredaran  Narkoba jenis Ganja kering diungkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat (Sumbar) yang berasal dari daerah Penyabungan, Provinsi Sumatera Utara.

Kepala BNNP Sumbar Brigjen Pol Khasril Arifin mengatakan dalam pengungkapan peredaran barang haram tersebut, pihaknya mengamankan tiga orang tersangka di tiga lokasi yang berbeda pula. Diantaranya, JI (28) warga Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung. Kemudian, EAK (30) dan IS (28) warga Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam.

"Awalnya kita mengamankan tersangka JI di Jorong Sumpadang, Nagari Palaluar, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, pada Rabu (5/8) lalu, sekitar pukul 22.30 WIB," ungkap Brigjen Pol Khasril Arifin, dalam keterangan persnya, Selasa (29/9/2020).

Kemudian kata Khasril Arifin pada penangkapan JI ini pihaknya menemukan 22 paket ganja kering yang dibalut dengan lakban warna kuning di kardus belakang motor yang digunakan tersangka.

Dikatakannya, penangkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat terkait transaksi ganja. Setelah dibututi, tersangka akan melakukan serah terima barang haram tersebut.

"Kemudian kita lakukan pengembangan, lalu dilakukan penangkapan terhadap penerima ganja dengan tersangka EAK di Simpang Tiga Terminal Kiliranjao Jalan Lintas Sumatera Nagari Muaro Takung, Kecamatan Kamang baru, Kabupaten Sijunjung, sekitar pukul 01.45 WIB," sebutnya.

Dari EAK, petugas memperoleh informasi tempat penyimpanan ganja yang berada di Simpang Bukit Nagari Bukik Batabuh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam. Petugas menemukan lagi 36 paket ganja kering dalam sebuah karung goni warna putih yang dibalut dengan lakban warna kuning.

“Jadi totalnya sebanyak 58 paket dengan berat 53,100 gram. Dengan rincian, 22 paket itu beratnya 19,200 gram dan 36 paket itu 33,900 gram," jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan dari hasil penyidikan yang dilakukan oleh petugas terhadap dua orang pelaku, petugas juga mengamankan tersangka IS seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pariaman yang diduga otak dari penyalahgunaan Narkotika Ganja tersebut.

Atas perbuatannya, tersangka JI dan IS dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 111 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 penjara. Sementara, EAK di jerat dengan Pasal 111 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 penjara.

Selain narkoba jenis ganja, BNNP Sumbar juga merilis penangkapan narkotika jenis sabu dan Pil Exstasi dari Kota Pekanbaru menuju Kota Padang di pinggir jalan raya tepatnya jalan lintas Sumbar Jembatan Kelok Sembilan, Kenagarian Hulu Air, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (29/7) lalu sekitar pukul 03.00 WIB.

Diketahui tersangka berinisial TPD (38 tahun) warga Jalan Bandes Kampung Berok Kelurahan Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti paket narkotika jenis sabu yang dibalut dengan lakban warna coklat dengan berat bersih seberat 198,28 gram.

Kemudian, 100 butir narkotika jenis Pil Exstasi merk Hulk Warna hijau yang di bungkus dengan plastik klep warna bening dengan berat 50,07 gram. Lalu, 100 narkotika jenis Pil Exstasi merk Marvel Warna biru yang dibungkus dengan plastik klep warna bening seberat 49,78 gram.

“Jadi, dari tersangka kami Mengamankan barang bukti sabu seberat 198,28 gram dan 200 Pil Exstasi,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, tersangka TPD  dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang  Narkotika, dengan ancaman minimal 6 tahun, maksimal 20 tahun penjara.

(don)

Berita Terkait

Baca Juga