Kabupaten Agam Kembali Masuk Zona Oranye Penyebaran Covid-19

Kabupaten Agam Kembali Masuk Zona Oranye Penyebaran Covid19 Ketua Harian GTP2 Covid-19, Agam, Martias Wanto

Covesia.com - Sempat berada di zona merah Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Provinsi Sumatera Barat kembali menurunkan status penyebaran Covid-19 Kabupaten Agam di Zona oranye.

Ketua GTP2 Covid-19 Agam, Martias Wanto mengatakan, kabupaten Agam sempat memasuki Zona Merah Penyebaran Covid-19 satu minggu, namun berdasaran keputusan Provinsi Agam kembali ke zona oranye.

"Rilis Gugus Tugas Provinsi Sumatera Barat, setelah satu minggu berada di zona merah, Kabupaten Agam kembali ke zona orange, ini tidak terlepas dari komitmen pemerintah kabupaten dalam menjalankan strategi dan langkah penanganan Covid-19," katanya, Selasa (29/9/2020).

Dijelaskan Martias Wanto, setidaknya ada tiga langkah yang telah dilakukan Pemda Agam dalam menekan penyebaran Covid-19 meliputi memperluas cakupan testing, meningkatkan pengawasan pasien terkonfirmasi Covid-19 serta memperketat pelaksanaan protokol kesehatan.

Dijelaskan lebih lanjut, usaha memperluas cakupan testing dilakukan dengan cara pelaksanaan tracking lintas level. Selanjutnya memperbanyak pool test swab terhadap seluruh ASN dan warga pondok pesantren di daerah setempat.

"Hingga hari ini masih dilakukan pool test swab terhadap seluruh ASN Kabupaten Agam mulai dari Kabupaten, Kecamatan, sampai ke Nagari, serta melakukan testing massal di pondok pesantren," jelasnya.

Selain itu Pemerintah Kabupaten Agam juga telah meningkatkan pengawasan dari jajaran kesehatan terhadap masyarakat terkonfrmasi positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Hal tersebut bertujuan untuk mempercepat kesembuhan pasien. Dikatakan, hingga hari ini jumlah pasien sembuh Covid-19 mencapai 310 orang atau setara 50,3 persen dari seluruh kasus positif.

"Selain konsisten dengan langkah tersebut, kehadiran Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diberlakukan juga menjadi momentun untuk menekan penyebaran Covid-19," katanya lagi

Upaya pencegahan penyebaran Covid-19, imbuhnya, Pemerintah Kabupaten Agam terus memperketat pelaksanaan protokol kesehatan di tengah-tengah masyarakat. Pelaksanaan protokol kesehatan pada zona orange tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku seperti pembatasan pertemuan tatap muka, termasuk untuk proses pembelajaran.

"Sampai saat ini Pemda Agam belum memberikan izin kepada sekolah pada berbagai tingkatan untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka, kecuali untuk aktivitas pondok pesantren yang memang sudah dimulai sewaktu Agam masih berada dalam zona kuning," tutupnya.

(jhn)

Berita Terkait

Baca Juga