Tiga Aspek Wisata Sumbar Madani Bersama Mahyeldi-Audy

Tiga Aspek Wisata Sumbar Madani Bersama MahyeldiAudy Ilustrasi (Istimewa)

Covesia.com - Dawam Rahardjo mendefinisikan masyarakat madani sebagai proses penciptaan peradaban yang mengacu kepada nilai-nilai kebijakan bersama. 

Persatuan dan integrasi sosial yang didasarkan pada suatu pedoman hidup, menghindarkan diri dari konflik dan permusuhan. Permusuhan yang menyebabkan perpecahan dan hidup dalam suatu persaudaraan Masyarakat Madani pada prinsipnya memiliki multimakna. 

Masyarakat Madani yaitu masyarakat demokratis, menjunjung tinggi etika dan moralitas, transparan, toleransi, berpotensi, aspiratif, bermotivasi, berpartisipasi, konsisten memiliki bandingan, mampu berkoordinasi, sederhana, sinkron, integral, mengakui, emansipasi, dan hak asasi. 

"Pariwisata madani bisa di artikan  sebagai Pariwisata yang Berbasis Nilai nilai Agama dan Budaya dengan terus Menjaga kelestarian Alam , memproteksi Budaya dan kearifan lokal serta  memberikan dampak dan manfaat Bagi Ekonomi masyarakat sekitar," ungkap Juru Bicara Mahyeldi-Audy, Zuhrizul Chaniago, Minggu (26/9/2020).

Basamo membangun wisata Sumbar Madani ialah Gerakan Bersama semua Pihak (Pentahelix) mulai dari Pemerintah (pusat dan daerah), pelaku wisata  media, Masyarakat dan seluruh untuk bergandengan tangan membangun sinergisitas. 

Juga upaya untuk empersiapkan Provinsi Sumbar menjadi destinasi wisata tujuan unggulan nasional memiliki standar kompetensi dan hospitality. Baik Nasional maupun Internasional menyambut wisatawan yang datang dari seluruh penjuru Indonesia dan Dunia. Dengan terus menjaga  nilai nilai Agama, Budaya, kearifan lokal  dan kelestarian alam serta berdampak secara ekonomi baik untuk pemasukan daerah dan warga Sumatera Barat khususnya . 

Ada tiga aspek penilaian pariwisata madani, pertama, aspek nilai-nilai agama dan budaya. Sebahagian tokoh masyarakat masih beranggapan bahwa pariwisata hanya akan merusak nilai nilai budaya dan agama, ini masih berkembang di nagari nagari yg miliki potensi wisata. 

Pariwisata berkembang luas dan anak-anak muda nagari mulai terlibat dalam pengembangan dan menjaga  Pariwisata. anggapan seperti ini mulai berkurang, tinggal lagi bagaimana mengeduksi lebih lanjut dan meyakini bahwa pariwisata akan dibangun adalah pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal. 

Wisatawan harus diberikan rambu-rambu yang jelas apa yang boleh dan apa-apa yang tidak boleh. Ini harus melibatkan asosiasi travel agent dan Pemandu wisata tentunya. 

Alim ulama, ninik mamak, cadiak pandai (aparat nagari), bundo kandung dan pemuda parik paga harus ikut andil. 

"Kelima komponen masyarakat ini harus terus menerus menjaga pariwisata tidak bergeser dari norma budaya. Budaya itulah sesungguhnya yang menjadi daya tarik wisata itu sendiri nantinya," tanbah Zuhrizul. 

Dikatakan Zuhrizul orang berwisata ingin melihat apa yang belum pernah  dia lihat. Mulai dari ragam budaya dan tradisi ,mendengar apa yang belum pernah dia dengar informasi daerah, legenda, cerita rakyat, musik tradisi, sejarah dan asal usul daerah dan apa apa yang belum pernah dia rasakankuliner khas daerah dengan kemasan higienis dan bersih tentunya. 

Artinya dapat kita lihat bahwa pariwisata telah memaksa kita untuk mempersiapkan daerah dan masyarakatnya harus mempertahankan Budaya, Kearifan Lokal, seni Tradisi, kuliner khas daerah, kebersihan, keindahan , kenyamanan dan menjaga kelestarian alam. 

Semua itu sejalan dengan nilai-nilai agama  dan Budaya kita bahwa Islam itu menyuruh umat untuk bersih, menjadi tuan rumah yang baik dg ramah dan sopan santun memuliakan tamu serta islam menyukai Keindahan dan kita di wajibkan menjaga alam ciptaaNya. 

Dari segi budaya pariwisata anak-anak nagari kembali mengenal seni Tradisi. Kebiasaan dan acara adat,  makanan tradisional yang lebih sehat bahkan harus ditingkatkan agar dapat bernilai ekonomi. Seperti lahirnya sanggar sanggar seni tradisi dan Silat. Lahirnya kegiatan adat harus dilestarikan yang nantinya menjadi daya tarik wisata dan bernilai ekonomi bila di kemas secara baik dan berkualitas. 

Kedua, menjaga kelestarian alam. Banyak pemahaman dari sebahagian pejabat bahwa mengembangkan pariwisata harus dengan membangun sarana fisik. 

Namun kita lengah dengan membangun Sumber Daya Manusianya yang akhirnya banyak bangunan fisik yang di buat malah merusak wisata itu sendiri. dengan kerusakan orisinal destinasi yang tidak terjaga dari kelestarian yg menjadi daya tarik wisata itu sendiri. 

Misalnya, pembongkaran bangunan-bangunan tua di rombak menjadi bangunan modern dan menghilangkan sejarah dari bangunan itu sendiri yang menjadi daya tarik wisata. 

Membangun gerbang dan pagar beton di alam akan merubah estetikan sebuah kawasan wisata alam yang ramah lingkungan dan lain sebagainya. 

"Pemahaman bahwa tren wisata dunia menuju rasa perlu kita wujudkan dalam pola pembangunan daya tarik wisata bahwa orisinalitas alam menjadi daya tarik sesunguhnya. Sebab wisata ke depan menuju ke pariwisata alam yang menjaga dari kerusakan kerusakan yang di lakukan oleh manusia,"jelasnya.

Perlu aturan dan regulasi tegas untuk menjadi kelestarian alam yang menjadi Sunnatullah untuk menjaga keberlangsungan kehidupan. Agar terhindar dari bencana dan menghilangkan daya tarik wisata itu sendiri tentunya, inilah alasan menjaga kelestarian alam menjadi aspek penting dalam Wujudkan Pariwisata Madani. 

Ketiga, berdampak pada ekonomi masyarakat. Suksesnya pariwisata bukan karna banyaknya wisatawan yang datang dan pergi tapi berdampak terhadap Ekonomi Masyarakat. 

Tidak bisa dibantah bahwa pariwisata telah menggerakkan sumber-sumber Ekonomi bagi Masyarakat baik pengusaha besar,  menengah dan kecil. 

"Dengan kegiatan pariwisata muncullah peluang peluang Usaha baik perdagangan maupun Jasa seperti, usaha transportasi, kuliner, akomodasi perjalanan wisata dan atraksi wisata. 

Transportasi misalnya, pesawat, taxi, mobil/bus rental, bus umum, ojek, rental  sepeda, perahu wisata, kapal dan perahu wisata   hingga transportasi tradisional : seperti bendi dan lainnya. 

Bidang kuliner yakninya, Restourant, cafe, kedai  makanan kaki  lima, makanan khas daerah baik kering maupun basah yang tentu sangat berdampak juga kepada produksi hasil pertanian dan perkebunan. 

Pariwisata telah membuka  banyak lapangan kerja bagi usaha usaha Jasa  Hotel, homestay,  travel agent dan pemandu wisata baik pemandu gunung leisure maupun  pemandu wisata minat khusus. 

Tren wisata dunia hari ini mereka akan lebih tertarik dengan berbagai tawaran aktifitas wisata dan bukan lagi hanya melihat lihat pemandangan alam dan bangunan bersejarah. 

Banyak atraksi yang menjadi peluang bagi warga lokal untuk di kembangan menjadi sebuah daya tarik seperti pertunjukan seni tradisi, silat,  belajar kuliner, craft dan sebagainya. 

Dan Juga ternyata Pariwisata juga menyentuh gerak ekonomi lainnya yang tanpa disadari merupakan rangkaian dari rantai ekonomi yang saling berkaitan satu sama lainnya seperti industri makanan sebagai oleh-oleh dan kerajinan tangan. 

"Kami sebagai penggiat wisata meyakini Mahyeldi dengan keberhasilan - keberhasilan beliau membangun Pariwisata Kota Padang dan anak muda Audy Joinaldy dengan semangat muda visioner serta cerdas akan mampu wujudkan pariwisata Sumbar yang  maju unggul dan berkelanjutan, "tutupnya. 

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga