Cagub Fakhrizal: Saya Paling Tidak Suka Kesewenang-wenangan

Cagub Fakhrizal Saya Paling Tidak Suka Kesewenangwenangan Foto: Antara

Covesia.com - Pensiun dari polisi, Irjen Pol Fakhrizal memilih jalur politik, hal itu dilakukannya agar bisa melanjutkan pengabdian di Sumatera Barat (Sumbar), yakni sebagai seorang gubernur. 

"Saya ingin memperbaiki kampung halaman saya," sebut Fakhrizal kepada wartawan pada Minggu (27/9/2020).

Fakhrizal yang merupakan mantan Kepala Polisian Daerah (Kapolda) Sumbar, terlahir di Kamang Mudiak, Pakan Sinayan Agam, Sumbar, dan menjadi semenda (sumando) urang Sungai Sirah, Kecamatan Sungai Limau, Padang Pariaman, setelah menikahi Ade, gadis cantik yang berprofesi sebagai peragawati. 

Fakhrizal pria berusia 57 tahun itu merancang impian maju dipemilihan kepala daerah (Pikkada) Sumbar, bersama Genius Umar merupakan Walikota Pariaman. Mereka pasangan Calon Gebernur dan Wakil Gubernur Sumbar dengan nomor urut 3.

Fakhrizal punya visi negarawan, jika dikampungnya disebut Jenderal Niniak Mamak. Sikap seorang yang tidak suka kampungnya diusik oleh segelintir kelompok saja. 

"Pembangunan itu harus merata dan dirasakan semua elemen masyarakat," kata Fakhrizal.

Saat bertugas sebagai Kapolda Sumbar dia banyak membereskan bengkalai kerja yang telah berusia tahunan. Seperti membayarkan kewajiban negara atas korban salah tembak terhadap warga Pasaman dan Bukittinggi. 

Kemudian Fakhrizal juga membantu mengembalikan tanah Mak Reno di Bypass Padang yang dirampas seseorang tanpa hak. 

"Saya paling tidak suka dengan kesewenang wenangan, saya ingin hukum duduk dengan haknya," tegasnya. 

Fakhrizal orangnya juga tidak tegaan. Jika berhadapan dengan kemiskinan, ketiadaan, musibah dan bencana dia tak pernah tinggal diam. 

Seperti saat Pasar Lubuk Alung, Padang Pariaman terbakar, dia bantu ratusan juta. Saat Sumbar kena tsunami Fakhrizal dan Ade sang istri, berkeliling menghantar bantuan, uang dan sembako. 

Naluri kemanusiaan Fakhrizal terasah sejak kecil. Hidup sebagai anak tentara punya solideritas berkawan tinggi. Jika ada kawannya dipukul seseorang tanpa salah, Fakhrizal tampil melawan. 

Di kalangan kepolisian Fakhrizal juga dikenal keras dan tegas. Dia ingin semua urusan berjalan lurus. 

Namun sayang, saat memasuki dunia politik pilkada, langkah Fakhrizal tidak semulus di kepolisian. Fakhrizal dihadang banyak trik politik yang tak pernah kenal kawan maupun lawan. Dia terjungkal di jalur independen. 

Saat maju di jalur parpol pun dia juga menghadapi situasi pelik. Fakhrizal dan Genius baru dapat dukungan parpol saat di masa injury time atawa last minute atau dihari terakhir menjelang pendaftaran ke KPUD Sumbar. 

Tetapi konsistensinya mempertahankan pasangannya Genius Umar sangat patut diacungi jempol. 

"Saya kalau tidak sama Genius tidak maju, silahkan usung calon lain saja," kata Fakhrizal mendaftar ke koalisi partai Golkar, Nasdem dan PKB.

(rls/adi)

Berita Terkait

Baca Juga