Polda Sumbar Berhasil Ungkap Jaringan Narkoba Internasional, Ribuan Ekstasi dan 2 Kg Sabu Diamankan

Polda Sumbar Berhasil Ungkap Jaringan Narkoba Internasional Ribuan Ekstasi dan 2 Kg Sabu Diamankan Press Conference pengungkapan kasus jaringan Narkoba Internasional di halamn Mapolda Sumbar, Senin (21/9/2020)(Foto: Covesia/ Primadoni)

Covesia.com - Direktorat Reserse Narkoba (Ditnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) berhasil mengungkap jaringan narkoba Internasional jenis Sabu-sabu dan Ekstasi, di tiga lokasi yang berbeda dengan Enam orang pelaku. 

“Keenam pelaku tersebut yakni OT, Y, RZ, RB, EF, dan AN,” ungkap Dir Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, dalam keterangan Persnya, Senin (21/9/2020).

Wahyu menjelaskan, pengungkapan kasus berawal dari penangkapan tersangka SY di Jalan Kampung Baru, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, pada Senin (10/8/2020) lalu, sekitar pukul 16.30 WIB.

“Dari tersangka SY ini kami menyita narkotika jenis sabu seberat 800 gram. Kemudian SY mengakui mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang berinisial Y yang beralamat di Kota Pekanbaru. Kemudian setelah dilakukan pencarian Y belum berhasil ditemukan dan selanjutnya diterbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Y,” jelasnya.

Kemudian dilakukan pengembangan lagi kata Wahyu, lalu pihaknya berhasil menangkap OT dan DAF di Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota, pada Kamis (3/9/2020) lalu sekitar pukul 03.00 WIB.

“Dari penangkapan OT dan DAF kita berhasil mengamankan barang bukti berupa satu butir ekstasi dan satu paket kecil sabu yang dibungkus uang kertas pecahan Rp2 ribu di bagian samping persneling mobil pelaku. Setelah ditanyakan tentang kepemilikan narkoba itu kedua orang tersebut tidak mengakui sebagai barang milik mereka dan atas penjelasan OT bahwa mobil yang mereka kendarai adalah milik Y, yang sudah menjadi DPO kami,” jelas Wahyu lagi.

Dari tersangka OT kita berhasil mengamankan 1 butir extasi warna hijau, 1 bongkahan kecil kristal bening diduga sabu, 1 unit mobil HRV warna abu-abu, Uang sebanyak Rp29 Juta, Setifikat atas tanah yang berlokasi di Koto Tangah Padang dan 1 unit Hp.

Atas pengakuan OT ini, pihak Ditnarkoba Polda Sumbar langsung melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap Y di kediamannya di Komplek Perumahan Permata Ratu, Jalan Parit Indah Blok O No.6 Kelurahan Tangkerang Labuai RT.03/RW.11 Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru.

“Selain mengamankan Y, kita juga mengamankan rekannya yang merupakan seorang perempuan berinisial SZ yang menerima dan menyediakan buku rekening sebagai bentuk transaksi Y,”kata Wahyu.

Dari pelaku Y Polisi berhasil mengamankan Sabu-sabu seberat  2.093,43 gram, dan ekstasi sebanyak 5.708,5 butir, ATM Bank BRI dan BCA, Uang sebanyak Rp 1.600.000, dua unit HP dan satu unit mobil Fortuner warna hitam No.Pol BA.1768.OG, serta STNK. Kemudian dengan tersangka SZ, 2 ATM Britama serta 2 Buku tabungan BRI, 1 ATM BCA serta 1 Buku tabungan BCA, kemudian Uang SZ dari Bank BRI sudah ditarik sebanyak Rp559.500.000,-

Lebih lanjut Wahyu menjelaskan, dalam peredaran narkoba milik Y tersebut ia memiliki operandi dengan menyimpan Narkotika jenis Sabu dan Extasi dalam sebuah ruangan "rahasia" yang disamarkan pintunya berupa alat olah raga di rumah Y tersebut. 

"Kemudian barang haram itu diedarkan dengan cara dijual melalui perantara kurir dan pembayarannya melalui transfer uang melalui rekening,” sebut Wahyu.

Kemudian kata Wahyu, Y ini merupakan jaringan Internasional dan pemain lama.

"Ada kemungkinan ini jaringan internasional berdasarkan keterangan pelaku, dan mereka diduga sudah bermain sejak satu tahun belakangan ini,” ujarnya.

Setelah itu pihak Ditnarkoba Polda Sumbar terus melakukan pengembangan, dan berhasil menangkap tiga pelaku lainnya berinisial RB, EF dan AN di jalan Satria Komplek Kuantan Regency Cluster Garden No.J18, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Kamis (3/9/2020) sekitar pukul 22.30 WIB. Para pelaku ditangkap karena diduga kuat ikut terlibat jaringan sabu-sabu dan ekstasi dari Y.

“Atas perbuatanya, tersangka OT, Y, dan SZ disangkakan pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 Jo Pasal 137 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Sementara itu, tersangka RB, EF, AN disangkakan pasal 114 ayat (1) Subsider Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 127 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancama hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara atau hukuman mati,” pungkasnya.

(don)


Berita Terkait

Baca Juga