Utang Piutang Penyebab Nenek di Payakumbuh Dibunuh

Utang Piutang Penyebab Nenek di Payakumbuh Dibunuh R (bawah) Pelaku pembunuhan seorang nenek di Payakumbuh berhasil diamankan Polisi, Jumat (18/9/2020)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Kasus pembunuhan seorang nenek Ramunas (72), warga kelurahan Padang Tangah, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, Jumat (18/9/2020) ternyata dilatar belakangi persoalan utang piutang yang berujung sakit hati. Pelaku R (23) tega membunuh korban karena jengkel sering dipermalukan dengan menagih utang di tengah orang ramai.

Kepada penyidik Satreskrim Polres Payakumbuh, R merupakan suami dari cucu Ramunas. Ia baru saja tiga bulan menikahi cucu korban. 

Sakit hati R kepada korban diawali saat ia dan istrinya tinggal di rumah korban sejak sebulan terakhir. Korban kerap memarahi pelaku dan menagih hutang di tengah orang ramai. 

"Dia (Korban-red) sering bentak-bentak dan marahin saya soal utang. Kadang di tengah orang ramai, kadang di tengah keluarga pas lagi ngumpul. Ia nagih utang selalu aja ditempat orang banyak. Malu saya pak," sebut R kepada penyidik. 

Merasa sering kali dipermalukan karena utang, pelaku akhirnya kesal dan berniat untuk memberi pelajaran kepada korban.

Pelaku pun melancarkan aksinya pada Kamis (17/9/2020) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Ia datang ke rumah korban setelah diantar oleh sepupunya. 

Kemudian ia masuk ke rumah korban dengan cara memanjat tembok belakang rumah. Ia berusaha mengendap agar tidak diketahui korban. Dan berhasil masuk karena kunci warung hanya dari tali rafia.

Dilihatnya, korban tengah berbaring di tempat tidur. Ia langsung melampiaskan kekesalan dengan mencekik korban. Tak disangka, korban ternyata melawan dan berhasil membuat pelaku terjatuh.

Namun, pelaku cepat berdiri dan menghujam pisau ke leher korban sebanyak tiga kali. Korban pun roboh dan meninggal dunia. Setelah itu, pelaku melucuti cincin dan anting emas korban. Termasuk membawa uang warung korban sebanyak Rp1,4 juta. Kemudian melarikan diri.

Kemudian, R berhasil dibekuk di kediaman korban saat menemani orang tua kandungnya melayat. 

"Setelah dilakukan olah TKP, petunjuk mengarah ke Pelaku. Kemudian didapati pelaku tengah menemani orang tua kandungnya melayat di rumah duka. Saat itu juga langsung kami amankan pelaku ini," sebut Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, AKP Rosidi kepada Covesia.com.

Sebelumnya, warga Kota Payakumbuh dikagetkan dengan penemuan jasad nenek Ramunas yang bersimbah darah, Jumat pagi. Diduga nenek yang biasa tinggal sendiri di warung miliknya ini menjadi korban pembunuhan. Hal ini dilihat dari beberapa luka tusukan dileher dan pundaknya. Kemudian, petugas inafis Polri juga mengamankan satu buah pisau bersimbah darah yang tak jauh dari lokasi. 

(agg)

Berita Terkait

Baca Juga