Polda Sumbar Ringkus Pemilik 110 Kilogram Ganja di Padang

Polda Sumbar Ringkus Pemilik 110 Kilogram Ganja di Padang Konferensi Pers pengungkapan kasus kepemilikan 110 Kg narkotika jenis ganja di Mapolda Sumbar, Kamis (17/9/2020)

Covesia.com - Jajaran Ditresnarkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) meringkus seorang mantan sopir truk yang memiliki 110 Kilogram narkotika jenis Ganja, di Jalan Utama Durian Taruang, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumbar.

"Pelaku dengan inisial RR (27) diamankan pada Selasa (15/9/2020) kemarin, dengan barang bukti 110 paket besar ganja seberat 110 Kg," ungkap Dirnarkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro dalam keterangan resminya, Kamis (17/9/2020).

Ia menjelaskan tersangka dapat diamankan berdasarkan informasi dari masyarakat yang diperoleh tim Opsnal Ditnarkoba Polda Sumbar bahwa adanya pendistribusian diduga narkotika jenis ganja di daerah perbatasan Sumatera Utara menuju Sumatera Barat dengan menggunakan mobil rental.

Selanjutnya tim melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut, dan melakukan pembututan terhadap satu unit mobil Avanza yang dicurigai  sampai masuk wilayah Kota Padang.

"Di daerah Tabing, Kota Padang baru kita bisa mengamankan tersangka pada sebuah rumah kosong yang mana tersangka sedang asyik memikul BB ganja tersebut," jelas Dirnarkoba.

Lebih lanjut Wahyu menjelaskan, atas pengakuan tersangka barang bukti tersebut akan dibawa ke Jakarta sesuai instruksi ada kawanan yang lain dengan inisial NN, dan NN ini sedang dalam pengejaran pihaknya. 

"Dan juga diketahui tersangka sudah dua kali dengan saat ini membawa ganja dari daerah Penyabungan, Provinsi Sumut, kemudian dibawa ke Jakarta. Lalu untuk NN ini identitasnya sudah kita kantongi, mudah-mudahan secepatnya bisa kita tangkap," kata dia.

Saat ini kata Wahyu, tersangka beserta barang bukti 110 Kg ganja dan satu unit Hanphone sudah diamankan di Mapolda Sumbar untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Atas perbuatan tersangka ini, ia akan disangkakan dengan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 111 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," pungkas Dirnarkoba.

(don)

Berita Terkait

Baca Juga