Yohanes Wempi: Audy Joinaldy Potret Pemuda Harapan Pemimpin Sumbar

Yohanes Wempi Audy Joinaldy Potret Pemuda Harapan Pemimpin Sumbar Yohanes Wempi

Covesia.com - Beberapa anak muda sudah dipercaya menjadi mentri di Kabinet Jokowi Priode 2019-2024 diantaranya, Nadiem Makarim, Bahlil Lahadilai, Erick Thohir dan nama lainnya. Begitu pun di Sumbar sudah lama tampil Kepala Daerah muda seperti Fadli Amran (Walikota Padang Panjang), Sutan Riska (Bupati Damasraya). Pimpinan Dewan seperti Hamdi Agus (Ketua DPRD Kota Payakumbuh), Zigo Rolanda (Ketua DPRD Solok Selatan). Mereka hari ini memimpin Sumbar berpresatasi.

"Sekarang, Alhamdulillah muncul sosok calon pemimpin yang bertarung di Pilkada Sumbar, dia bisa mewakili 35% lebih pemilih umur 17 tahun sampai 40 tahun yaakni Audy Joinaldy," ungkap Bagindo Yehanes Wempi Ketua Pemuda milenial tim pemenangan Mahyeldi-Audy, Kamis (17/9/2020).

Lebih lanjut dikatakan Bagindo, Audy Joinaldy merupakan satu-satunya calon Kepala Daerah tingkat Propinsi yang ikut Pilkada di Indonesia berusia muda. Tampilan ini perlu diapresiasi oleh para pemuda.

"Generasi muda memiliki posisi yang penting dan strategis karena menjadi poros bagi punah atau tidaknya sebuah negara. Benjamine Fine, mengatakan "a generation who will one day become our national leader". Generasi muda adalah pelurus dan pewaris bangsa dan negara ini, baik buruknya bangsa kedepan tergantung kepada bagaimana generasi mudanya.

Bagindo juga mengatakan sejarah para pemuda Sumbar sudah melakukan terobosan terobosan diantaranya dengan adanya Perda Kepemudaan jadi pegangan hukum. Maka saat ini Pemerintah Propinsi sudah wajib memberikan regulasi permanen yang akan memberikan ruang gerak yang luas bagi pemuda dalam melakukan aktualisasi diri untuk kemajuaan daerah, bangsa.

Sebelum munculnya Perda Kepumudaan Propinsi Sumbar tersebut, Komiten Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumbar Priode 2011-2014 di Ketua Adip Alfikri dan Wakil Ketuanya Organisasi dan Kader (OKK)  Bagindo Yohanes Wempi sudah mengarahkan kebijakan, serta komit berpegang teguh merealisasikan Undang-Undang Kepemudaan Nomor 40 tahun 2009 tentang kepemudaan. Salah satunya adalah pemilihan Ketua DPD KNPI Priode 2014-2017 atau priode berikutnya sudah disepakati umur tetap maksimal 30 tahun.

"Alhamdulillah, Sampai priode KNPI Sumbar sekarang dan Ketua KNPI Kab/Kota masih komit dengan regulasi UU tersebut, hal ini terbukti pada Rapat Pimpinan (Rapim) propinsi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Barat (Sumbar) pada 2-4 Desember masih menyepakati mempertahankan usia kepengurus maksimal 30 tahun untuk priode kepengurusan 2017-2020, "ungkapnya.

Semua elemen organisasi kepemudaan sudah bersepakat, serta berharap agar Undang-Undang kepemudaan itu singkron dan sinergis hendaknya dengan Perda yang ada disetiap level. Langkah ini memberikan ruang kaderisasi dan kemajuan yang besar untuk pemuda Sumbar kedepan. Sehingga seluruh aturan tingkat Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota akan mampu menjadi regulasi mengatur pembinaan generasi kepemimpinan pemuda. 

"Pasca berakhirnya kepengurusan Ketua DPD KNPI Sumbar, Adib Alfikri, sampai sekarang, Alhamdulillah Ketua DPD KNPI tetap anak muda dibawah umur 30 tahun, yaitu Adek Defika, dan Fadli Amran yang sekarang menjabat Walikota Padang Panjang setelah dipilih menjadi Ketua KNPI. Hal ini adalah prestasi proyeksi pemuda yang perlu dibanggakan untuk semua, "terangnya. 

Nah dengan adanya Perda kepemudaan tersebut tertopang harapan dan keinginan kedepan pasca Pilkada 2020 ini. Jika terpilih sosok pemuda memimpin Sumbar seperti Audy Joinaldy akan bisa mendorong pemuda, serta melenial lebih banyak lagi berkiprah dalam pembangunan untuk kemajuan daerah ini.

Berikutnya permasalahan klasik yang dihadapi oleh KNPI atau organisasi kepumdaan kabupaten dan kota di Sumatera Barat adalah tentang optimalisasi pemberian bantuan dana dan anggaran APBD, regulasi lain untuk menggerakan organisasi. 

Dengan adanya sosok Audy Joinaldy memimpin Sumbar ke depan maka optialisasi anggaran, investasi diutamakan kekalangan pemuda dan melinial akan bisa diwujudkan. "Apalagi Audy juga sukses berbisnis diusia mudanya sekarang, "imbuhnga. 

Tak hanyabitu kata Bagindo, organisasi kepemudaan juga diberikan ruang yang luas dalam menjalankan aktivitas dan kegiatan, jangan dibatasi ruang geraknya hanya difokuskan pada organisasi yang mengarah pada kerja-kerja-kerja atau mengarah pada pengkerdilan fungsi energi pemuda, pemikiran KNPI ke depan sesuai dengan lahirnya dahulu harus menjadi lembaga penyuplai tokoh kepemimpinan daerah, dan negara.

"Jika Audy Joinaldy terpilih nanti bisa mengerakan semua pemangku kepentingan Kabupaten dan Kota se-Sumbar agar secepatnya juga melahirkan produk Perda Kepemudaan dan regulasi lain tersebut secara sempurna sebagai payung lanjutan para pemuda di kabupaten dan kota sukses berkiprah, "harapnya. 

"Dengan adanya sentuhan tangan Wakil Gubernur Sumbar Audy jika terpilih dengan Mahyeldi nanti 9 Desember ada keyakinan semua kepentingan pemuda dan melinial bisa dipasilitasi dan diwujudkan," tukasnya. 

(ila)


Berita Terkait

Baca Juga