Pencarian Nelayan yang Jatuh dari Kapal Dilanjutkan Hari Ini

Pencarian Nelayan yang Jatuh dari Kapal Dilanjutkan Hari Ini Proses pencarian seorang nelayan yang hilang saat melaut di laut Kota Pariaman.

Covesia.com - Pencarian seorang nelayan atas nama Riko (24) yang jatuh dari kapal serta hilang di dekat Pulau Tangah Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) pada Senin (14/9/2020) sekitar pukul 12.00 WIB kemaren, masih belum membuahkan hasil.

"Untuk hari ini pencarian sudah dihentikan pukul 18.00 WIB tadi, dan dilanjutkan Rabu," sebut Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi Informatika (Kominfo) Kota Pariaman, Hendri kepada covesia pada Selasa (15/9/2020) malam. 

Lanjut Hendri, pada pencarian esok hari berkemungkinan juga melibatkan penyelam.

Sementara itu, Walikota Pariaman, Genius Umar meminta agar nelayan di daerah itu, ke depan menggunakan pelampung guna meminimalisir dampak ketika terjadi kecelakaan saat melaut.

"Sebenarnya Pemerintah Kota Pariaman dan Provinsi Sumbar sudah memberikan pelampung, tapi nelayan tidak memakainya," ujarnya.

Namun, menurutnya karena budaya melaut nelayan setempat yang tidak biasa menggunakan pelampung maka pelampung yang diberikan tidak digunakan saat melaut.

"Kemudian saya juga meminta agar para nelayan untuk ikut serta asuransi nelayan," katanya. 

Sebelumnya diketahui, kecelakaan nelayan yang jatuh dari kapal pada Senin (14/9/2020) siang kemaren. 

Menurut informasi dari salah seorang penumpang kapal yang merupakan adik korban, atas nama Ridwan (16) warga Dusun Pasia Sigadondong, Desa Marunggi, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman. Bahwa katanya, di kapal penangkap ikan tersebut ia bersama Riko (24) merupakan kakaknya yaitu nelayan yang hilang tersebut. 

Namun, malang terjadi Riko terjatuh dari kapal dikarenakan sakit, dan terjatuh ke laut, namun karena keterbatasan membuat Ridwan tidak bisa membantu Riko dikarenakan kondisi angin yang begitu kencang. 

(pri)

Berita Terkait

Baca Juga