Advertorial Sumatera Barat

Fakhrizal: Bakti Sosial itu Jembatan Penghubung Mendekatkan Pejabat dan Masyarakat

Fakhrizal Bakti Sosial itu Jembatan Penghubung Mendekatkan Pejabat dan Masyarakat Fakhrizal suatu waktu dalam kegiatan bakti sosial.

Covesia.com - Aktivitas sosial kemasyarakatan di Tanah Air sudah membumi sejak dulu kala. Keutamaan masyarakat Indonesia adalah interaksi sosial yang kuat antar sesama. Hal ini dapat dilakukan dalam skala kecil hingga besar, dengan melibatkan orang per orang hingga ke banyak orang. 

Perkara berkegiatan sosial ini adalah perkara kemanusiaan. Ada yang memiliki kemauan tetapi tidak punya kemampuan lebih. Ada yang punya kemampuan lebih tetapi justru tak ada kemauan. 

Tetapi ada yang lebih baik lagi, ketika seseorang "dititipkan" kemampuan lebih, dia juga memiliki kemauan yang besar. Nilai manfaatnya akan menjadi lebih besar dan dapat dirasakan oleh lebih banyak orang. 

Nabi Muhammad SAW, pernah bersabda "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusiaā€¯ (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni). Orang-orang yang memahami sabda Nabi SAW. tersebut tentu tidak akan melewatkan kesempatan itu. Lebih-lebih lagi dia diberi kemampuan untuk mewujudkannya. 

Manfaat yang dirasakan orang lain tentu berbeda-beda, tetapi semakin banyak manfaat materil maupun immateril yang diberikan, semakin banyak pula orang-orang yang akan merasakannya. 

Apalagi, jika yang diberi kemampuan adalah sosok yang diberi amanah menjadi pemimpin di masyarakat. Hal itu merupakan kesempatan (untuk menjadi sebaik-baik manusia) yang sangat sayang bila dilewatkan begitu saja. 

Dalam suatu kesempatan bersama Covesia.com, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Fakhrizal mengatakan, di sela-sela kesibukannya sebagai pejabat tinggi di Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dia berupaya untuk mendapatkan kesempatan menjadi "sebaik-baik manusia" tersebut.

Langkah yang paling mungkin dilakukannya selain membuat rutinitas bertemu dan menyantuni anak yatim adalah menggelar bakti sosial dari sumber pribadi maupun melalui institusinya di kepolisian.  

Dia masih mengingat momen menggelar bakti sosial di berbagai daerah di Sumatera Barat ketika masih menjabat sebagai Kepala Polisi Daerah (Kapolda). Hal yang paling mengesankan baginya adalah menyaksikan rasa senang yang terpancar dari wajah orang-orang yang mendapat manfaat dari kegiatan bakti sosial tersebut. 

"Saya masih ingat waktu kegiatan sunatan massal, cek kesehatan gratis, penyuluhan KB, donor darah, penyuluhan dan pemeriksaan gigi dan kegiatan lainnya di beberapa daerah. Ada yang di Pesisir Selatan, Pariaman, Payakumbuh dan juga ada di Mentawai," ungkapnya kepada Covesia,com. 

Dia menilai, amanah jabatan yang diterimanya saat menjadi Kapolda Sumbar adalah kesempatan lebih untuk dapat mendekatkan diri kepada masyarakat luas. 

Menurutnya, kesibukan sebagai pejabat tinggi tidak dapat dielakkan, namun jika dapat meluangkan waktu untuk bertemu dan membantu masyarakat luas secara langsung adalah kesempatan yang tidak boleh disia-siakan. 

"Peran sebagai abdi Negara tentu yang utama, namun saya juga adalah pelayan masyarakat, yang harus mengerti apa yang dibutuhkan masyarakat. Nah, untuk dapat mengerti apa yang dibutuhkan masyarakat, tentu tidak bisa cuma di balik meja. Kita perlu ke lapangan, bertemu langsung dengan masyarakat, memberi dan menyalurkan sedikit banyak bantuan yang memang diperlukan mereka," jelasnya. 

Sementara, dalam tugas institusi yang diembannya, dia mengatakan bahwa Polri saat ini juga tengah berupaya semakin mendekatkan diri dengan masyarakat luas. Tugas Polri yang semakin kompleks saat ini memerlukan langkah yang paling efektif untuk menjalin dan mendekatkan hubungan dengan masyarakat. 

Maka dari itu, katanya, bakti sosial adalah salah satu upaya yang dinilai efektif untuk menjadi jembatan penghubung mendekatkan pejabat negara dengan masyarakat luas. Selain program-program yang juga sudah disiapkan, bakti sosial ini perlu secara rutin dilakukan, agar hubungan yang sudah terjalin baik akan semakin baik dan lebih dekat lagi. 

"Saya menilai, bakti sosial itu jembatan penghubung yang mendekatkan personal pejabat dan masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya," pungkas Fakhrizal.

(adv/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga